
PENYAKIT jantung sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang identik dengan pria. Padahal, gangguan kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan secara global. Salah satu pemicu utamanya adalah banyak perempuan yang melewatkan atau mengabaikan tanda-tanda awal peringatan dari tubuh mereka, karena gejalanya sering kali berbeda dari gejala klasik yang dialami oleh pria.
Jika pada pria gejala umum yang muncul adalah nyeri dada yang hebat seolah tertekan beban berat, pada perempuan gejalanya cenderung lebih samar dan tidak spesifik. Menurut para ahli jantung, salah satu gejala awal penyakit jantung pada perempuan yang paling sering terabaikan adalah kelelahan yang ekstrem dan tidak biasa.
Rasa lelah ini berbeda dengan kelelahan biasa setelah seharian beraktivitas atau akibat kurang tidur. Kelelahan yang berkaitan dengan penurunan fungsi jantung biasanya terasa sangat berat, melemahkan, dan muncul secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, bahkan setelah melakukan tugas-tugas rumah tangga yang ringan seperti merapikan tempat tidur atau berbelanja ke pasar.
Secara biologis, kondisi ini terjadi karena otot jantung mulai melemah atau mengalami penyumbatan, sehingga tidak mampu memompa darah dengan efisien ke seluruh tubuh. Akibatnya, jaringan tubuh kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi, yang memicu rasa lelah luar biasa seolah energi tubuh terkuras habis.
Selain kelelahan ekstrem, perempuan juga kerap mengalami gejala penyerta lain yang sering dikira sebagai masalah kesehatan ringan seperti masuk angin atau kelelahan biasa. Gejala-gejala tersebut meliputi sesak napas saat berbaring atau melakukan aktivitas ringan, pusing, keringat dingin, mual, serta rasa tidak nyaman yang menjalar ke punggung, rahang, atau lengan, bukan di dada kiri.
Para dokter spesialis jantung mengingatkan para perempuan untuk lebih peka dan mempercayai intuisi tubuh mereka sendiri. Jika Anda merasakan perubahan tingkat energi yang merosot tajam secara konstan selama beberapa hari atau minggu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Melakukan deteksi dini dengan memeriksa faktor risiko seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah adalah langkah krusial. Mengidentifikasi gejala samar ini sejak awal dapat memberikan perbedaan besar dalam efektivitas penanganan medis dan menyelamatkan nyawa dari risiko serangan jantung yang fatal di masa depan. (Eating Well/Z-2)
