
WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“MBG akan lebih tepat sasaran jika difokuskan di area 3T,” ujar Gibran saat berkunjung ke SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, usai meninjau kesiapan pelaksanaan MBG, Kamis (18/6).
Ia menilai daerah seperti Desa Niowula yang jauh dari pusat kota merupakan wilayah yang paling membutuhkan intervensi program pangan bergizi dari pemerintah.
“Area-area seperti ini justru paling membutuhkan MBG,” kata Gibran. Ia menambahkan, keberadaan program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga di daerah.
Dalam kunjungan itu, Gibran juga menerima laporan bahwa dapur MBG di Desa Niowula sudah selesai dibangun, namun masih menunggu proses inspeksi dan uji kelayakan dari pemerintah pusat. Ia menekankan agar proses tersebut segera dipercepat agar layanan bisa segera berjalan.
Di sisi lain, Wapres mengakui bahwa pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait tata kelola dan pengawasan.
“Saya sadar MBG ini masih banyak kekurangannya. Ke depan harus lebih banyak perbaikan, tata kelola diperbaiki agar lebih efisien, dan praktik korupsi harus dihilangkan,” ujarnya.
Gibran juga menyampaikan bahwa masa libur sekolah akan dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk pembenahan di Badan Gizi Nasional.
“Sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Ini waktu yang tepat untuk evaluasi menyeluruh, terutama terkait tata kelola,” katanya. (H-4)
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki program MBG agar lebih tepat sasaran dan bersih dari penyimpangan.
“Ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran dan praktik korupsi tidak terjadi lagi,” tegasnya. (H-4)
