
MINAT yang mendalam terhadap suatu bidang sering kali berakar dari momen sederhana di masa kecil. Hal inilah yang dialami oleh Azka Nadhif Keandra, seorang remaja berusia 15 tahun yang kini dikenal luas sebagai “Entomolog Muda” sekaligus pendiri komunitas Koloni Semut Indonesia.
Kisah kedekatan Nadhif dengan dunia serangga dimulai sejak ia masih berusia empat tahun. Momen tersebut berawal saat ia secara tidak sengaja menemukan seekor ulat bulu di pohon mawar halaman rumahnya. Alih-alih merasa takut, rasa ingin tahu Nadhif justru membuncah.
“Aku coba pelihara ulat bulu itu, mengikuti tutorial di media sosial dan ternyata berhasil sampai menjadi ngengat. Jadi mulai dari situ aku suka serangga,” ungkap Nadhif saat ditemui di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (20/6).
Dukungan Keluarga dan Julukan dari Senior
Perjalanan Nadhif tidak selalu mulus. Pada awalnya, orangtua Nadhif sempat merasa terkejut dan cemas akan keselamatan putra mereka, terutama risiko gatal-gatal akibat bersentuhan dengan ulat. Namun, dengan kegigihannya, Nadhif berhasil meyakinkan orangtuanya bahwa tidak semua jenis ulat berbahaya.
Kini, dukungan penuh mengalir dari keluarga. Bahkan, para ahli serangga senior memberikan julukan khusus kepadanya.
“Aku disebut entomolog muda karena banyak teman-teman dari komunitas yang sudah memiliki gelar entomolog melihat aku sebagai penerus,” jelas remaja yang kini duduk di bangku SMA tersebut.
Ia pun memiliki impian besar untuk melanjutkan studi formal di bidang entomologi di masa depan.
Edukasi di Eksibisi “Explore The Jungle”
Saat ini, Nadhif tengah berpartisipasi aktif dalam acara Explore The Jungle yang digelar di Mal Ciputra Jakarta. Dalam eksibisi rekreasi edukatif ini, ia memamerkan puluhan koleksi serangga hasil budidaya mandirinya.
Data Koleksi & Partisipasi Nadhif
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi Acara | Mal Ciputra Jakarta |
| Periode Eksibisi | 19 Juni – 12 Juli 2026 |
| Jadwal Sesi Chitchat | Setiap Sabtu, Pukul 15.50 WIB |
| Jumlah Koleksi | 35 Jenis Serangga & 12 Jenis Kupu-kupu |
| Koleksi Termahal | Kumbang Hercules (Jepang) – ± Mata Uang Rupiah 5.000.000 |
Demi mengembangkan spesies lokal yang belum pernah dibudidayakan di Indonesia, Nadhif bahkan mengadopsi metode penangkaran dari luar negeri. Ia tidak ragu merogoh kocek dalam untuk mendatangkan spesimen langka, seperti Kumbang Hercules dari Jepang, guna dipelajari lebih lanjut.
Membangun Koloni Semut Indonesia
Kesulitan mencari informasi mengenai serangga saat masih kecil mendorong Nadhif mendirikan Koloni Semut Indonesia. Wadah ini ia dedikasikan sebagai pusat edukasi bagi anak-anak dan remaja yang memiliki ketertarikan serupa.
“Inspirasi mendirikan komunitas ini karena dulu mencari informasi tentang serangga di internet sangat susah. Jadi aku ingin bikin komunitas buat anak-anak bisa belajar,” tuturnya.
Dimulai dari langkah mandiri, kini komunitas tersebut terus berkembang dan merangkul banyak anggota sebaya untuk lebih peduli terhadap kelestarian serangga di lingkungan sekitar. (Z-1)
