Tuesday, September 29

Donald Trump Mulai Pangkas Ratusan Staf Intelijen AS Lewat William Pulte


Plt Direktur ODNI William Pulte targetkan pemangkasan ratusan staf di tengah kecaman Kongres.(AFP)

GELOMBANG pemangkasan staf berskala besar di lingkup Badan Intelijen Amerika Serikat resmi dimulai pada Senin waktu setempat. Langkah ini diambil oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Intelijen Nasional (DNI) pilihan Presiden Donald Trump, William Pulte.

Seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengonfirmasi kepada CNN terkait dimulainya kebijakan tersebut.

“Pemecatan deep state telah dimulai,” ujar sumber tersebut, meski menolak memberikan rincian mengenai jumlah posisi yang dipangkas.

Sebelumnya, Pulte dilaporkan berencana memangkas ratusan pekerjaan di Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI). Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional (NCTC) serta Pusat Kontra-intelijen dan Keamanan Nasional diperkirakan akan menjadi lembaga yang terdampak paling parah. Pekan lalu, Pulte bahkan mengejutkan mantan direktur Tulsi Gabbard karena datang sehari lebih awal dan langsung meminta daftar seluruh staf di kantor tersebut.

Protes Keras dari Kongres

Langkah agresif Pulte langsung memicu reaksi keras dari Kongres. Para petinggi Partai Demokrat di Komite Intelijen Senat dan DPR AS melayangkan surat peringatan kepada Pulte mengenai risiko besar di balik pemotongan tenaga kerja intelijen ini.

Senator Mark Warner dan Anggota DPR Jim Himes menuliskan kekhawatiran mereka dalam surat tersebut.

“Kami prihatin dengan laporan bahwa Anda berniat memecat atau merumahkan ratusan petugas Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) paling cepat minggu ini.”

“Meskipun ada ruang untuk mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja ODNI secara bertanggung jawab, pemotongan besar-besaran apa pun akan menyusul perampingan substansial yang telah terjadi pada tahun 2025 dan berisiko membahayakan misi organisasi yang secara eksplisit dibentuk setelah 9/11 untuk mencegah serangan teroris serupa di masa depan,” tulis para anggota parlemen.

Mereka juga menyindir kurangnya pengalaman Pulte di komunitas intelijen dan menegaskan bahwa perampingan struktural yang signifikan tidak sepatutnya dilakukan oleh pejabat berstatus pelaksana tugas tanpa berkonsultasi dengan Kongres.

Arahan Langsung Donald Trump

Di sisi lain, pihak Gedung Putih membela kebijakan ini dengan merujuk pada unggahan Donald Trump di media sosial Truth Social yang memang menginstruksikan perampingan tersebut.

“Saya telah menunjuk William Pulte sebagai Pelaksana Tugas Direktur Intelijen Nasional, yang akan mengambil alih pada 19 Juni, dan telah memintanya untuk melaksanakan perampingan kantor yang segera dan diperlukan, mengembalikan staf ke agensi asal mereka,” tulis Trump.

Pulte kini mengawasi 18 badan intelijen di AS. Penunjukannya sempat memicu ketegangan di Capitol Hill, tempat para anggota parlemen sebelumnya berupaya mengonfirmasi Jay Clayton untuk posisi permanen sebelum akhirnya Trump membatalkannya secara tiba-tiba. (CNN/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *