
PRESIDEN Donald Trump mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan sanksi pidana berat terhadap pihak-pihak yang dituduh merusak kolam ikonik Reflecting Pool di National Mall. Fasilitas publik yang baru saja selesai direnovasi tersebut kini dilaporkan mengalami penurunan kondisi yang cepat akibat dugaan vandalisme.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyesalkan kondisi terkini kolam tersebut. Ia mengingatkan publik mengenai aturan hukum pidana yang ketat terkait perusakan fasilitas milik negara.
“Harap diingat bahwa ada hukuman penjara 10 tahun untuk perusakan, atau bahkan percobaan perusakan hal-hal seperti itu – Yang akan ditegakkan sepenuhnya!” tulis Trump.
Proyek renovasi senilai US$14 juta (sekitar Rp228 miliar) ini merupakan upaya Trump mempercantik ibu kota. Namun, proyek tersebut terus dirundung masalah mulai dari ledakan alga hingga lapisan material biru di dasar kolam yang mengelupas. Akibat kerusakan ini, kolam terpaksa dikuras untuk perbaikan darurat, padahal perayaan besar ulang tahun ke-250 Amerika Serikat akan berlangsung kurang dari dua minggu lagi.
Trump mengklaim terdapat robekan sepanjang 350 kaki di dasar kolam yang dipotong secara kasar menggunakan pisau. Di sisi lain, Kepolisian Taman AS (Park Police) dan Garda Nasional kini dikerahkan untuk memperketat pengamanan di sekitar lokasi.
Jaksa Wilayah Columbia, Jeanine Pirro, menyatakan pihaknya tengah meninjau sejumlah laporan pelanggaran. Jika kerusakan terbukti masif dan disengaja, dakwaan dapat dinaikkan menjadi tindak pidana federal dengan ancaman denda US$250.000 atau 10 tahun penjara.
“Ada beberapa surat tilang/panggilan yang telah diberikan kepada sejumlah individu, dan kasus-kasus ini akan dituntut semaksimal mungkin,” kata Pirro saat berbicara di Fox News. “Jika ada produk yang lebih serius yang dimasukkan ke dalam Reflecting Pool untuk menciptakan lebih banyak alga atau masalah yang lebih besar, maka kami akan mempertimbangkan dakwaan yang lebih serius.”
Sejauh ini, Departemen Dalam Negeri AS mengonfirmasi telah menangkap lima orang terkait vandalisme dan mengeluarkan lima surat tilang federal lainnya. Salah satu yang ditangkap adalah David Hearn, mantan atlet kano Olimpiade. Hearn mengaku kepada CNN bahwa ia ditangkap hanya karena penasaran dan menyentuh bagian material biru yang mengelupas di dasar kolam, namun ia membantah telah melakukan perusakan.
Kasus ini pun menuai polarisasi politik. Para pendukung Trump menilai insiden ini sebagai upaya kelompok penentang untuk merusak kerja keras sang presiden. Sebaliknya, para kritikus menilai Trump terlalu terobsesi pada proyek renovasi estetika di saat negara tengah menghadapi situasi krusial, termasuk ketegangan dengan Iran serta lonjakan harga bahan pangan dan bahan bakar. (CNN/Z-2)
