
MUSIM kemarau menyebabkan ratusan warga Dusun Cipari dan Dusun Cipakat, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, harus berebut air bersih di Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar lantaran sumur mereka kering. Warga harus antre air di halaman masjid.
Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin mengatakan, musim kemarau sudah terjadi sejak 2 bulan lalu menyebabkan banyak sumur kering. Warga harus mencari air bersih ke perbukitan dan sumur keramat.
“Kami mengalami krisis air bersih. Air bersih sangat sulit dicari. Warga setiap hari harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer ke arah perbukitan dan sumur keramat yang masih tersisa. Selain itu, warga Dusun Cipari dan Dusun Cipakat harus berebut air bersih di Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar, yang masih memiliki stok air,” ujarnya, Jumat (26/6).
Dia menambahkan, warga butuh air bersih untuk memasak, minum, mandi dan kakus. Untuk itu, setiap hari warga harus antre membawa ember, galon dan jeriken. Mereka memadati halaman masjid.
Selain itu, pasokan air bersih juga dilakukan Badan Penganggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Namun, untuk mendapatkan air warga harus membuat surat laporan.
Sementara itu, Camat Bojonggambir, Ucu Mulyana mengatakan, musim kemarau menyebabkan banyak sumur mengalami kekeringan. Sebanyak 700 jiwa warga di Dusun Cipari dan Dusun Cipakat, Desa Kertanegla terdampak.
“Musim kemarau panjang menyebabkan banyak sumur warga yang kedalamannya mencapai 20 hingga 25 meter dalam kondisi kering. Warga kelimpungan mendapatkan air bersih. Saat ini, air dari sumur Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar masih baik dan bisa memasok kebutuhan warga,” tandasnya.
