Tuesday, October 6

2 Entitas Indonesia Kucurkan Rp8 Triliun ke Perusahaan Migas AS


ilustrasi(Antara)

Dua entitas asal Indonesia menggelontorkan total investasi US$450 juta ke perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat, HighPeak Energy. PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) berinvestasi US$200 juta atau setara Rp3,6 triliun, sementara PT Danantara Investment Management (DIM) menanamkan US$250 juta atau setara Rp4,4 triliun. Investasi tersebut dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel HighPeak.

Bagi EMP, transaksi dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan perusahaan migas yang tercatat di Nasdaq tersebut. Berdasarkan ketentuan yang disepakati, saham preferen itu dapat dikonversi menjadi saham biasa sesuai dengan mekanisme dan ketentuan konversi yang berlaku.

Direktur Utama & CEO EMP Syailendra S Bakrie mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, termasuk dalam mencari peluang di luar aset yang saat ini dioperasikan.

“Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi kami dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham EMP, didukung oleh pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak,” ujar Syailendra dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Masuk ke Aset Migas Permian Basin

HighPeak merupakan perusahaan minyak dan gas yang berkantor pusat di Fort Worth, Texas. Perusahaan berfokus pada kegiatan eksplorasi dan pengembangan hidrokarbon di Midland Basin, bagian dari Permian Basin, West Texas. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, HighPeak mencatat rata-rata volume penjualan sekitar 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Masuknya investasi dari EMP dan DIM membuat perusahaan asal Indonesia tersebut memiliki eksposur terhadap aset migas di salah satu kawasan produksi minyak utama Amerika Serikat. Bagi EMP, investasi tersebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan anorganik di tengah upaya perusahaan mempertahankan dan meningkatkan produksi dari aset yang telah dimiliki.

“EMP akan terus berfokus untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan nilai dari aset-aset yang kami operasikan saat ini, sekaligus secara disiplin mencari peluang pertumbuhan anorganik, baik di Indonesia maupun di pasar internasional,” ucap Syailendra.

Danantara Perluas Portofolio Energi

Selain EMP, Danantara Indonesia melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), mengumumkan investasi US$250 juta di HighPeak Energy. Investasi DIM dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel dalam beberapa tahap. Transaksi tersebut memberikan DIM eksposur terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin.

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat perusahaan untuk menempatkan modal pada sektor strategis dengan orientasi jangka panjang.

“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia,” ucap Pandu.

Sementara itu, HighPeak akan menggunakan dana investasi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Dana tersebut juga ditujukan untuk mendukung pengembangan dan pertumbuhan portofolio aset HighPeak.

Dengan total US$450 juta yang masuk melalui dua transaksi tersebut, investasi EMP dan DIM sekaligus memperluas keterlibatan modal Indonesia di sektor migas luar negeri. Namun, karena instrumen yang digunakan berupa saham preferen konvertibel, kepemilikan saham biasa dan implikasi akhirnya tetap bergantung pada mekanisme serta ketentuan konversi yang telah disepakati. (Ant/E-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *