Sunday, September 27

493 Kasus Flu Singapura di Batam, Dinkes Perketat Pencegahan di Sekolah


Petugas kesehatan memeriksa seorang anak dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Kepulauan Riau. Pencegahan penyakit pada anak membutuhkan peran orang tua dan deteksi dini.(MI/Hendri Kremer)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memperketat kewaspadaan terhadap penularan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura. Langkah ini diambil setelah tercatat sebanyak 493 pasien, yang mayoritas anak-anak, terjangkit penyakit tersebut sepanjang periode Januari hingga 13 Agustus 2026.

Lingkungan sekolah menjadi fokus utama perhatian pemerintah karena interaksi intensif antaranak berpotensi mempercepat rantai penularan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari, menegaskan pentingnya penguatan pengawasan kesehatan siswa di lingkungan pendidikan.

“Menjaga kesehatan anak ini perlu peran orang tua. Jadi bukan hanya sekolah yang mengawasi, tetapi dari rumah juga harus diperhatikan. Kalau anak sakit, jangan dipaksakan sekolah. Lebih baik diperiksa dulu supaya tidak menular ke anak-anak yang lain,” ujar Meldasari saat dikonfirmasi, Minggu (27/9).

Fluktuasi Kasus Mingguan

Berdasarkan data Dinkes Batam yang dihimpun dari 23 fasilitas pelayanan kesehatan, tren kasus HFMD menunjukkan fluktuasi yang dinamis. Pemantauan mingguan mencatat kenaikan dari 19 kasus pada minggu ke-29 menjadi 29 kasus pada minggu ke-30, sebelum akhirnya menurun menjadi 10 kasus pada minggu ke-31.

Meski sempat terjadi penurunan angka mingguan, Dinkes meminta seluruh pihak tetap mempertahankan kewaspadaan. Fluktuasi ini menandakan bahwa pemantauan harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya saat terjadi lonjakan kasus, terutama di area yang melibatkan banyak anak.

Protokol Pencegahan di Sekolah

Sekolah diinstruksikan untuk memperkuat implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Beberapa langkah kunci yang ditekankan meliputi:

  • Membiasakan siswa mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
  • Menjaga kebersihan ruang belajar dan benda-benda yang sering disentuh bersama.
  • Meningkatkan kepekaan guru terhadap perubahan kondisi fisik siswa.

Anak yang menunjukkan gejala seperti demam, sariawan atau luka di mulut, serta ruam pada tangan dan kaki, diminta untuk segera mendapatkan penanganan medis. Jika gejala mengarah pada HFMD, anak disarankan tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah hingga kondisinya benar-benar membaik.

Memutus Rantai Penularan

HFMD diketahui menular melalui kontak erat, cairan tubuh, serta benda yang telah terkontaminasi. Oleh karena itu, kebersihan peralatan makan dan lingkungan menjadi faktor krusial dalam pencegahan.

Dinkes Batam mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Penguatan deteksi dini di sekolah serta pembaruan data kasus secara berkala menjadi prioritas agar respons terhadap potensi penularan tidak terlambat. (H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *