Monday, September 21

8 Langkah Melindungi Anak Tertular Penyakit saat Orangtua Sakit


Ilustrasi.(Dok. Magnific)

MENJAGA kesehatan anggota keluarga yang tinggal serumah menjadi tantangan tersendiri ketika salah satu orangtua jatuh sakit. Selama kondisi belum membaik, beberapa tindakan pencegahan perlu diterapkan di rumah untuk mengurangi penyebaran virus dan melindungi anak dari risiko penularan.

Berikut adalah delapan langkah yang dapat dilakukan orangtua ketika sedang sakit agar risiko penularan kepada anak dapat ditekan:

1. Kurangi Kontak Dekat untuk Sementara

Jika memungkinkan, orangtua yang sedang sakit sebaiknya beristirahat di ruangan terpisah dan mengurangi kontak fisik dengan anak selama gejala masih berlangsung. Langkah ini sangat krusial terutama saat muncul gejala infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, atau demam.

CDC merekomendasikan individu dengan gejala penyakit pernapasan untuk menjauh dari orang lain hingga kondisi membaik dan bebas demam selama setidaknya 24 jam tanpa bantuan obat penurun demam.

2. Gunakan Masker saat Harus Berada Dekat Anak

Apabila orangtua tetap harus berada di ruangan yang sama dengan anak, penggunaan masker yang terpasang dengan baik dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan. CDC menyebut masker efektif membantu mengurangi risiko penularan virus pernapasan, terutama ketika digunakan oleh orang yang sedang terinfeksi.

3. Rajin Mencuci Tangan

Tangan merupakan media utama perpindahan kuman. Orangtua perlu mencuci tangan menggunakan sabun dan air secara rutin, terutama setelah batuk, bersin, membuang ingus, atau sebelum menyentuh makanan. WHO menekankan kebersihan tangan sebagai langkah vital untuk mengurangi penyebaran infeksi di lingkungan rumah tangga.

4. Tutup Mulut dan Hidung saat Batuk atau Bersin

Gunakan tisu atau bagian dalam siku untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Segera buang tisu bekas ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya. Praktik ini membantu mencegah penyebaran droplet yang mengandung virus ke udara atau permukaan benda.

5. Pastikan Sirkulasi Udara di Rumah Baik

Udara di dalam rumah perlu diperbarui secara berkala. Membuka jendela atau pintu dapat membantu meningkatkan pertukaran udara dan mengurangi konsentrasi partikel virus di ruang tertutup, sesuai dengan saran WHO untuk meningkatkan ventilasi rumah.

6. Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh

Benda-benda seperti gagang pintu, meja, keran, sakelar lampu, dan perangkat elektronik harus dibersihkan secara rutin. CDC memasukkan pembersihan permukaan yang sering disentuh sebagai bagian dari protokol pencegahan penyakit pernapasan di rumah.

7. Jangan Berbagi Barang Pribadi

Selama sakit, hindari berbagi peralatan makan, minum, atau barang pribadi lainnya dengan anak. Memisahkan penggunaan barang-barang ini sangat penting untuk meminimalkan peluang perpindahan kuman, terutama jika penyebab penyakit belum teridentifikasi secara pasti.

8. Perhatikan Kondisi Anak dan Orangtua

Pantau kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika anak mulai menunjukkan gejala seperti demam, batuk, atau lemas, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Perhatian ekstra diperlukan jika terdapat anak kecil atau anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit berat.

Menjaga jarak sementara bukan berarti mengabaikan kebutuhan emosional anak. Komunikasi tetap dapat dilakukan melalui jarak aman atau interaksi tanpa kontak fisik berlebihan. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, memperbaiki ventilasi, dan menggunakan masker, risiko penularan infeksi di dalam rumah dapat ditekan secara signifikan.

(World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/H-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *