
MENGONSUMSI buah dan sayuran tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan secara umum, tetapi juga berpotensi membantu mencegah asam urat.
Sejumlah penelitian terbaru yang didukung rekomendasi Harvard Health Publishing, menunjukkan bahwa menerapkan pola makan sehat secara keseluruhan lebih efektif menurunkan risiko asam urat dibanding hanya menghindari makanan tinggi purin.
Selain membatasi jeroan dan daging merah, para ahli menyarankan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap normal.
Pola Makan dan Risiko Asam Urat
Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Network Open terhadap 122.679 pria dan wanita di Amerika Serikat menemukan bahwa orang yang konsisten menjalani healthy plant-based diet memiliki risiko asam urat lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi makanan nabati sehat.
Pola makan ini meliputi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, teh, kopi, dan produk susu rendah lemak.
Sebaliknya, pola makan nabati yang didominasi makanan olahan, minuman manis, biji-bijian olahan, dan makanan tinggi gula justru dikaitkan dengan peningkatan risiko asam urat, sehingga kualitas makanan dinilai lebih penting daripada sekadar mengurangi konsumsi daging.
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition (AJCN) mengembangkan indeks pola makan Empirical Dietary Index for Normo-Uricemia (EDINU) untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap normal.
Berdasarkan analisis dua studi kohort besar di Amerika Serikat, peneliti menemukan bahwa orang dengan skor EDINU tertinggi memiliki kadar asam urat dan risiko gout yang lebih rendah, sekaligus berisiko lebih kecil mengalami hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan sehat tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan sendi, tetapi juga kesehatan metabolik dan kardiovaskular.
Menurut Harvard Health Publishing, pencegahan asam urat kini tidak lagi hanya berfokus pada menghindari makanan tinggi purin, tetapi lebih menekankan penerapan pola makan sehat secara menyeluruh.
Harvard merekomendasikan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak, sementara buah kaya vitamin C seperti jeruk dan stroberi serta ceri berpotensi membantu menurunkan kadar asam urat atau mengurangi risiko kekambuhan.
Di sisi lain, minuman berpemanis, alkohol, dan makanan ultra-proses sebaiknya dibatasi, disertai menjaga berat badan ideal untuk membantu menekan risiko asam urat.
Asam urat terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah yang membentuk kristal di persendian, sehingga memicu nyeri, bengkak, dan kemerahan.
Untuk mencegahnya, para ahli menyarankan menerapkan pola makan sehat yang kaya buah dan sayuran, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter bagi penderita hiperurisemia. (H-4)
