Saturday, September 26

4 Minuman Buruk yang Harus Dihindari di Pesawat Menurut Ahli Gizi


ilustrasi(Magnific)

MENIKMATI minuman favorit di dalam kabin pesawat sering kali menjadi bagian dari rutinitas perjalanan bagi banyak orang. Namun, kelembapan udara yang sangat rendah serta perubahan tekanan kabin selama penerbangan dapat memicu berbagai reaksi ketidaknyamanan pada tubuh, mulai dari dehidrasi hingga kembung.

Para ahli gizi memperingatkan bahwa pemilihan minuman yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi tubuh saat berada di ketinggian ribuan kaki. Untuk menjaga kenyamanan pencernaan dan stamina selama penerbangan, berikut adalah empat jenis minuman terburuk yang sebaiknya dihindari saat naik pesawat:

1. Minuman Beralkohol

Ahli gizi Annie Nguyen menjelaskan bahwa mengonsumsi alkohol selama penerbangan dapat memicu dehidrasi berat dan meningkatkan rasa lelah akibat efek diuretiknya. Efek diuretik ini membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui pembuangan urine. Penurunan kadar oksigen darah akibat tekanan kabin juga membuat dampak alkohol terasa lebih cepat dan kuat di tubuh, sehingga memicu pusing dan memperburuk gejala jet lag.

2. Minuman Berkafein (Kopi dan Teh)

Sama seperti alkohol, kafein pada kopi, teh, dan minuman berenergi memiliki sifat diuretik yang mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Selain memicu dehidrasi dan meningkatkan frekuensi buang air kecil, kualitas air seduhan kopi atau teh di dalam pesawat sering kali dikritik karena bersumber dari tangki penampung pesawat yang berisiko kurang steril.

3. Minuman Bersoda dan Berkarbonasi

Gas karbonasi dalam soda akan mengembang di dalam saluran pencernaan akibat penurunan tekanan udara di dalam kabin. Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa kembung, begah, hingga memicu nyeri akibat timbunan gas terperangkap. Selain itu, kandungan gula yang tinggi pada soda dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara drastis.

4. Smoothies Kental dan Minuman Berbasis Susu (Milkshake)

Minuman yang padat, kaya lemak, atau tinggi kandungan susu membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan. Di saat sirkulasi tubuh dan pencernaan melambat akibat posisi duduk yang lama saat terbang, konsumsi minuman kental ini dapat memicu rasa begah, mual, dan rasa tidak nyaman di bagian perut.

Sebagai gantinya, para ahli menyarankan penumpang untuk memperbanyak konsumsi air putih dalam kemasan botol segel atau teh herbal bebas kafein guna memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik hingga sampai di tujuan. (Eating Well/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *