Wednesday, September 16

Sopir Angkutan Tewas di Wamena-Mbua, TNI Buru Kelompok OPM


Seorang sopir angkutan tewas dan kendaraannya dibakar oleh OPM di ruas Wamena-Mbua.(Dok. Polri)

KELOMPOK bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan yang menewaskan seorang sopir angkutan masyarakat di ruas jalan Wamena-Mbua, Papua Pegunungan, pada Rabu (16/9). Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah kendaraan yang digunakannya untuk mengangkut logistik dibakar oleh kelompok tersebut.

Korban merupakan warga sipil yang sehari-hari berperan penting dalam mobilitas masyarakat pedalaman. Selain menyediakan layanan transportasi, ia bertugas mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok dan logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di Papua Pegunungan.

Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyatakan duka mendalam atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan personel di lapangan untuk segera mengevakuasi jenazah korban dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan.

“Korban adalah masyarakat sipil yang sedang bekerja untuk melayani kebutuhan masyarakat. Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Kapuspen TNI Mayjen TNI Mohammad Nas menegaskan bahwa TNI tidak akan membiarkan aksi teror terhadap warga sipil terus berlanjut. Ia memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata akan dihadapi dengan tindakan tegas dan terukur.

“TNI akan terus melindungi masyarakat dan memastikan kelompok bersenjata tidak leluasa melakukan kekerasan terhadap warga sipil. Setiap tindakan kekerasan akan dihadapi secara tegas, profesional, terukur, dan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Mayjen TNI Mohammad Nas.

Sebagai langkah antisipasi, Koops TNI Habema bersama aparat keamanan gabungan dan pemerintah daerah setempat akan memperketat pengamanan di titik-titik strategis. Fokus utama pengamanan akan diarahkan pada jalur transportasi dan akses utama warga guna menjamin kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah rawan konflik tersebut. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *