Thursday, September 17

Fi Asia Indonesia 2026 Bahas Harmonisasi Regulasi hingga Nutrisi Perempuan


Industri makanan dan minuman terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap inovasi bahan baku, keamanan pangan, produk bernutrisi, dan solusi yang lebih berkelanjutan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Memasuki hari kedua penyelenggaraan pada Kamis (17/9/2026), Fi Asia Indonesia 2026 mengangkat tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”. Sejumlah seminar membahas perkembangan sains dan teknologi pangan, keamanan dan kualitas pangan, harmonisasi standar di kawasan ASEAN, hingga pengembangan produk yang menjawab kebutuhan konsumen terhadap aspek kesehatan dan keberlanjutan.

Salah satu agenda utama adalah seminar “Science, Safety, and Claims: ASEAN Harmonisation for the Future of Food”. Seminar tersebut menghadirkan Dr. Maria Leonora Francisco, President Philippines Association of Food Technologists, Inc., serta Professor Samuel Godefroy dari Laval University, Quebec, Kanada, yang juga President & COO Global Food Regulatory Science Society (GFoRSS).

Seminar tersebut membahas pentingnya harmonisasi ilmu pengetahuan, standar keamanan pangan, serta klaim pangan dan kesehatan di kawasan ASEAN.

Perkembangan industri pangan, menurut pembahasan dalam seminar tersebut, tidak hanya membutuhkan inovasi bahan baku dan teknologi, tetapi juga ekosistem regulasi yang dapat memastikan inovasi dikembangkan dan diterapkan secara aman, kredibel, serta memiliki dasar ilmiah.

Persiapan Wajib Halal

Kesiapan industri menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Fi Asia Indonesia 2026.

Dua seminar yang mengangkat isu tersebut adalah “Streamlining Halal Certification for Global Suppliers Through Mutual Recognition Agreements and Regional Collaboration” dan “Indonesia’s Mandatory Halal Certification for Food Ingredients: What the Industry Needs to Prepare” yang digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kedua sesi tersebut membahas kesiapan pelaku industri dan pemasok global dalam memenuhi ketentuan sertifikasi halal di Indonesia. Pembahasan juga mencakup pentingnya kolaborasi regional serta mekanisme mutual recognition untuk mendukung kelancaran rantai pasok bahan pangan.

Selain regulasi dan keamanan pangan, kebutuhan nutrisi perempuan pada berbagai tahapan kehidupan turut menjadi perhatian.

Sesi “Nutritional Science for Women Across Life Stages” menghadirkan Dr. Mira Dewi, M.Si., PhD dari SEAFAST Center & LRI-PGKH IPB University. Sementara itu, sesi “From Iron to Magnesium and Beyond: Solving Nutrient Delivery Challenges Across Women’s Life Stages” menghadirkan Peter Liu dari VICA.

Kedua sesi tersebut membahas perubahan kebutuhan nutrisi perempuan sepanjang tahapan kehidupan, mulai dari masa reproduktif, kehamilan, menopause hingga usia lanjut.

Pembahasan juga mencakup penggunaan berbagai functional ingredients, antara lain zat besi, folat, DHA, kalsium, vitamin D, kolagen, dan probiotik. Pemilihan bahan, teknologi bahan baku, serta bioavailabilitas menjadi bagian dari pembahasan dalam pengembangan produk nutrisi.

Regional Portfolio Director (ASEAN) Informa Markets Rose Chitanuwat mengatakan Fi Asia Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan perkembangan terbaru dalam bahan baku dan teknologi makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi industri.

“Fi Asia Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan perkembangan terbaru dalam bahan baku dan teknologi makanan dan minuman, tetapi juga memberikan ruang untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi industri. Melalui rangkaian agenda pada hari kedua, kami melihat bagaimana inovasi, sains, keamanan, dan kebutuhan konsumen saling berkaitan dalam membentuk masa depan industri pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Rose.

Fi Asia Indonesia 2026 berlangsung pada 16–18 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dengan pemasok bahan baku, perusahaan teknologi, serta pakar industri.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *