Thursday, September 17

Pemprov Jatim Data dan Dampingi Warga Jatim Korban Musibah KM Virgo Transport 8


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) mengunjungi keluarga korban kapal Virgo Transport 8.(MI/Faishol Taselan)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban dalam musibah KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. 

“Untuk warga Jawa Timur yang sudah teridentifikasi wafat, namun untuk yang lain masih belum ditemukan terus dilakukan pendataan,“ kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (17/9).

Selama proses pendataan, Pemprov berkoordinasi dengan instansi terkait di Banjarmasin dan di Posko Tanjung Perak Surabaya. Bahkan, BPBD Jatim sudah membantu dari penjemputan jenazah di Bandara Juanda selanjutnya diserahkan ke keluarga. 

Untuk korban warga Jatim yang meninggal dunia, Tim Dari Dinsos akan mendatangi satu per satu ke rumah korban, memberikan santunan serta melakukan pendataan secara real

Langkah tersebut, lanjut Khofifah, merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Pemprov Jatim untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban yang sedang menghadapi masa duka.

Gubernur Khofifah berharap seluruh proses evakuasi korban yang masih berlangsung dapat berjalan lancar. 

Ia juga berharap proses pencarian dan evakuasi dapat memberikan kepastian serta kabar bagi keluarga penumpang KM Virgo yang hingga kini masih menantikan informasi mengenai anggota keluarganya.

“Tentu kita berharap seluruh proses evakuasi yang masih terus dilakukan semuanya berjalan lancar dan bisa memberikan kabar baik bagi keluarga, terutama yang anggota keluarganya mengikuti pelayaran KM Virgo beberapa hari yang lalu,” katanya. 

Kamis (17/9) Gubernur Khofifah takziah dan menyampaikan duka atas wafatnya Imam Soeparno, salah satu warga Jawa Timur yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.

Saat bertemu dengan keluarga almarhum, Gubernur Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan terus membangun komunikasi dan memberikan pendampingan semaksimal mungkin kepada keluarga almarhum, khususnya terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak keluarga yang ditinggalkan.

Khofifah menyebut, terdapat cucu almarhum yang masih membutuhkan akses pendidikan yakni Rafha Ivander Adinata usia 17 Tahun dan Rakha Putra Novianto Usia 19 Tahun. 

Saat berdialog dengan keluarga, Gubernur Khofifah menyampaikan adanya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).

“Ketika tadi saya menyampaikan bisa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi, rupanya belum terkonfirmasi bagaimana cara mengaksesnya. Oleh karena itu, nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” terangnya. 

Nantinya, setelah mendapatkan informasi dan melihat langsung lingkungan sekolah, kedua anak tersebut dapat segera mengikuti proses pembelajaran di SRT yang berada di wilayah Surabaya, mengingat keduanya berdomisili di Kota Surabaya.

“Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran. Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya,” katanya.(FL/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *