
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis melakukan observasi terhadap delapan siswa SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, Papua Barat Daya. Para siswa itu menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Sele Be Solu setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9).
“Sidang kami mendapat laporan dari sekolah SMP Muhammadiyah dan juga dari Dinas Kesehatan terkait dengan sejumlah siswa yang mengalami gejala muntah dan buang air besar secara terus-menerus,” kata Ketua Satgas MBG Kota Sorong Ruddy Laku di Sorong, dikutip Jumat (18/9).
Dari hasil observasi, sambung dia, ada sekitar 26 orang yang mengalami gejala tersebut. Lalu dengan observasi lanjutan, terdapat delapan orang yang gejalanya agak berat sehingga dikirim ke Rumah Sakit Sele Be Solu.
Siswa lainnya yang mengalami keluhan, ujarnya, kini mendapat penanganan dari tenaga medis di sekolah, diberikan obat. Mereka diperbolehkan pulang.
Lima Guru Ikut Sakit
Selain siswa, ada lima guru mengalami keluhan serupa dan telah mendapat penanganan medis di sekolah dan diperbolehkan pulang.
Satgas MBG Kota Sorong juga meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaimsimsa Klabalu yang menyediakan makanan MBG bagi para siswa.
“Peninjauan ini untuk melihat peralatan yang digunakan, proses pengolahan makanan, Standar Operasional Prosedur (SOP), serta meminta keterangan dari penanggung jawab SPPG dan ahli gizi,” kata Ruddy.
Rudy mengatakan SPPG Malaimsimsa Klabalu melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat yang tersebar di 10 sekolah di Kota Sorong. Ia mengeklaim dari 10 sekolah, sembilan sekolah tidak mengalami masalah.
Salah satu seorang siswa kelas 8E SMP Muhammadiyah Al-Amin, Fibriana, mengatakan dirinya mulai merasakan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui Program MBG.
“Sakitnya setelah pulang sekolah. Lauknya ada ayam, tempe, dan sayur toge. Tapi sekarang sudah agak mendingan,” ungkapnya. (Ant/H-4)
