Friday, September 18

Enam Tanda Tubuh Membutuhkan Probiotik Menurut Ahli Gastroenterologi


Ilustrasi.(Magnific)

PENGGUNAAN suplemen probiotik mengalami lonjakan drastis sebesar 287% di kalangan orang dewasa di AS antara tahun 2009 hingga 2023, menurut studi dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology. Namun, kapan sebenarnya seseorang benar-benar membutuhkan suplemen ini?

Para ahli gastroenterologi menjelaskan bahwa probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mendukung mikrobioma usus yang sehat, berperan penting dalam pencernaan, fungsi imun, dan menjaga penghalang usus. Meski makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, dan kefir adalah sumber alami utama, ada kondisi tertentu suplemen menjadi sangat bermanfaat.

Apa Itu Probiotik dan Manfaatnya?

Menurut Susan Kais, M.D., ahli gastroenterologi dari Cincinnati, probiotik membantu menargetkan gejala pencernaan spesifik seperti sembelit, kembung, dan diare. Sementara itu, Arkady Broder, M.D. dari Saint Peter’s University Hospital, menambahkan bahwa bukti terkuat penggunaan suplemen probiotik ditemukan pada kondisi medis seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare akibat antibiotik, kolitis ulseratif, dan pouchitis.

Manfaatnya tidak terbatas pada pencernaan. Ruvini Wijetilaka, M.D., penasihat medis VSL Probiotics, menjelaskan bahwa usus adalah pusat kendali untuk suasana hati (mood), metabolisme hormon, hingga kesehatan kulit.

Enam Tanda Anda Mungkin Membutuhkan Probiotik

Berdasarkan penjelasan para ahli, berikut indikasi utama bahwa kesehatan usus Anda memerlukan bantuan probiotik:

  1. Masalah Pencernaan Kronis: Kembung yang sering terjadi setelah makan, gas berlebih, serta pola buang air besar yang tidak teratur (berganti-ganti antara diare dan sembelit) adalah tanda ketidakseimbangan bakteri usus.
  2. Baru Saja Mengonsumsi Antibiotik: Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri jahat tetapi juga menyapu bersih bakteri baik. Probiotik membantu memulihkan flora usus dan mencegah diare terkait antibiotik.
  3. Sering Sakit atau Infeksi: Sebagian besar sistem kekebalan tubuh dilatih di usus. Jika Anda sering terkena flu atau infeksi saluran pernapasan atas, mikrobioma yang tidak seimbang mungkin menjadi penyebabnya.
  4. Masalah Kulit (Flare-ups): Kondisi seperti jerawat, eksim, dan rosacea memiliki hubungan erat dengan kesehatan usus (gut-skin connection).
  5. Suasana Hati Rendah atau Brain Fog: Usus memproduksi sebagian besar serotonin tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa probiotik multispesies dapat membantu mengurangi suasana hati negatif dan meningkatkan fungsi kognitif.
  6. Intoleransi Makanan: Beberapa jenis probiotik membantu memecah laktosa, sehingga dapat mengurangi gas dan kembung bagi mereka yang memiliki intoleransi produk susu.

Peringatan Keamanan: Dr. Broder memperingatkan bahwa probiotik harus digunakan dengan hati-hati pada individu dengan sistem imun lemah (immunocompromised), pasien kritis di ICU, bayi prematur, atau mereka yang memiliki penyakit jantung struktural karena risiko infeksi aliran darah.

Cara Memilih Probiotik yang Tepat

Dr. Wijetilaka menekankan pentingnya spesifisitas strain. “Berbeda strain, berbeda pula fungsinya,” ujarnya. Ia menyarankan untuk mencari produk yang mencantumkan:

  • Spesies dan strain yang tepat (misalnya, jenis Lactobacillus tertentu).
  • Jumlah CFU (Colony Forming Units).
  • Pengujian pihak ketiga dan rekam jejak penelitian klinis.

Beberapa rekomendasi ahli mencakup VSL#3 untuk manajemen diet IBS dan kolitis, serta Culturelle Digestive Daily atau Align Probiotic untuk dukungan pencernaan harian. Selalu konsultasikan dengan tim medis sebelum memulai suplemen baru untuk memastikan dosis dan jenis yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. (Prevention/I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *