Tuesday, September 22

Di Sela Forum PBB, Indonesia Ajak Negara Muslim Lakukan Aksi Konkret untuk Perdamaian Palestina


Menteri Luar Negeri Sugiono (kanan).(Dok Kemlu)

MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perdamaian di Palestina sekaligus mengajak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata demi mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries, Senin (21/9) waktu setempat, di sela-sela High-Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81.

Dalam forum tersebut, Sugiono mengajak Group of Eight, yakni koalisi delapan negara mayoritas Muslim, untuk segera menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat membawa perubahan bagi rakyat Palestina di tengah kondisi yang kian memburuk, terutama di Jalur Gaza.

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” ujar Sugiono dalam keterangannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya negara-negara anggota Group of Eight terus menyuarakan pesan yang seirama serta menjaga momentum bersama dalam mendorong perdamaian di Palestina.

Indonesia, lanjutnya, juga berkomitmen terus membangun pendekatan dengan berbagai mitra untuk mendorong kemajuan proses perdamaian di Palestina. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat Palestina merupakan salah satu syarat penting bagi terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.

“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” jelasnya.

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang diinisiasi pada High-Level Week SMU PBB ke-80 pada 2025 untuk mencari langkah konkret dalam penyelesaian isu Palestina. Adapun anggota Group of Eight terdiri atas Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Türkiye, dan Pakistan.

Isu perdamaian Palestina menjadi salah satu agenda utama yang dibawa delegasi Indonesia dalam High-Level Week SMU PBB tahun ini. Sikap tersebut kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Indonesia saat ini memainkan peran yang lebih substantif dalam mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina, termasuk melalui keanggotaannya di Board of Peace. Selain itu, Indonesia terus memanfaatkan berbagai forum internasional untuk menggalang dukungan bagi Palestina.

Selain menyampaikan posisi Indonesia dalam forum-forum perdamaian dan keamanan internasional, delegasi Indonesia juga akan berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri yang membahas pembangunan, perubahan iklim, serta penguatan multilateralisme.

Indonesia juga akan memanfaatkan momentum High-Level Week tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonannya sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030. Pencalonan tersebut sebelumnya telah disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Januari 2026. (RO/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *