
PENYEBAB pasti kematian aktris asal Amerika Serikat, Hayden Panettiere, akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil autopsi yang dirilis oleh Kantor Koroner South Carolina, bintang serial televisi Heroes dan Nashville tersebut meninggal dunia akibat efek racun dari kombinasi fentanyl, Xanax, serta beberapa jenis obat-obatan lainnya.
Pihak kantor koroner menyatakan kematian Panettiere yang terjadi pada usia 36 tahun tersebut murni disebabkan oleh kecelakaan (accidental death). Tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda trauma fisik pada tubuh sang aktris yang dapat berkontribusi pada kematiannya.
Panettiere ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah kediaman di South Carolina sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Ketika petugas medis darurat tiba di lokasi, mereka sempat melakukan tindakan pertolongan medis lanjutan (advanced cardiac life support). Namun, upaya resusitasi tersebut tidak membuahkan hasil.
Kandungan Obat-obatan dan Proses Penyelidikan
Selain fentanyl dan Xanax, laporan pemeriksaan koroner juga menemukan keberadaan methocarbamol, yaitu obat pereda ketegangan otot resep, serta quetiapine, obat antipsikotik yang biasa digunakan untuk menangani kondisi kesehatan mental tertentu. Fentanyl sendiri merupakan opioid sintetis berbahaya yang telah menyebabkan ratusan ribu kematian di Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan laporan kepolisian pada hari kejadian, mantan kekasih Panettiere, Brian Hickerson, bersama saudaranya, Zack, berada di lokasi saat petugas darurat Tiba. Hickerson diketahui memiliki rekam jejak pernah melakukan penganiayaan terhadap sang aktris.
Saat ini, Badan Penindakan Narkoba Amerika Serikat (DEA) dilaporkan telah bergabung dengan kepolisian setempat untuk menyelidiki kasus kematian mantan bintang cilik tersebut.
Perjuangan Melawan Adiksi dan Depresi
Sepanjang hidupnya, Panettiere secara terbuka pernah menyampaikan perjuangannya melawan ketergantungan zat adiktif. Beberapa bulan sebelum wafat, ia baru saja menerbitkan sebuah buku memoar yang membeberkan secara mendalam tentang masalah kecanduan serta depresi pascamelahirkan (postpartum depression) yang dialaminya.
Dalam wawancara dengan People Magazine, Panettiere sempat menceritakan awal mula dirinya terjerat narkoba pada usia 16 tahun saat menghadiri acara karpet merah serial Heroes. Kala itu, seorang anggota tim profesionalnya memberikan sesuatu yang disebut “pil bahagia” untuk menambah energi.
“Aku tidak tahu sama sekali bahwa itu adalah hal yang tidak pantas, atau pintu apa yang akan terbukanya bagiku terkait kecanduan,” kata Panettiere kepada People Magazine. “Seiring bertambahnya usiaku, obat-obatan dan alkohol menjadi sesuatu yang hampir tidak bisa kukendalikan tanpa keberadaannya.”
Tragedi ini menambah duka bagi keluarga Panettiere. Sebelumnya, adik laki-lakinya, Jansen, meninggal dunia pada usia 28 tahun akibat kondisi jantung. Dalam bukunya, Panettiere mengungkapkan bahwa sang adik juga berjuang melawan penyalahgunaan zat adiktif dan mengonsumsi heroin serta kokain menjelang kematiannya. (BBC/Z-2)
