Sunday, September 27

Oktober 2026 Hadirkan Dua Puncak Hujan Meteor dan Fenomena Langit Lainnya


Hujan meteor.(Magnific)

SEJUMLAH fenomena astronomi akan berlangsung sepanjang Oktober 2026. Dua hujan meteor, Draconid dan Orionid, menjadi bagian dari rangkaian fenomena langit yang dapat diamati bulan ini, bersama sejumlah peristiwa astronomi lainnya. 

Hujan Meteor Draconic

Hujan meteor Draconid akan berlangsung pada 6–10 Oktober 2026, dengan puncak diperkirakan terjadi pada malam 8–9 Oktober. EarthSky memprediksi puncaknya pada pukul 01.00 UTC, 9 Oktober 2026.

Draconid terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan serpihan yang ditinggalkan Komet 21P/Giacobini-Zinner. Saat material tersebut masuk ke atmosfer Bumi, gesekan dengan atmosfer membuatnya berpijar dan terlihat sebagai meteor. Nama Draconid diambil dari rasi Draco atau Naga, karena meteor-meteor tersebut tampak datang dari arah rasi tersebut. 

Draconid paling baik diamati setelah malam tiba. Dalam kondisi langit yang gelap dan bebas dari cahaya Bulan, sekitar 10 meteor per jam dapat terlihat pada kondisi ideal.

Kesempatan untuk melihat fenomena ini juga cukup baik pada 2026 karena Bulan Baru terjadi pada 10 Oktober. Fase tersebut membuat cahaya Bulan tidak banyak mengganggu langit pada waktu puncak Draconid..

Orionid Menyusul pada Akhir Oktober

Hujan meteor berikutnya adalah Orionid, yang aktif pada 2 Oktober hingga 7 November 2026 dan diperkirakan mencapai puncak pada malam 21–22 Oktober. Pada kondisi ideal, fenomena ini dapat menghasilkan hingga sekitar 20 meteor per jam.

Orionid terbentuk dari serpihan Komet Halley yang tertinggal di sepanjang lintasannya mengelilingi Matahari. Ketika Bumi melewati jalur serpihan tersebut, material yang masuk ke atmosfer akan berpijar dan terlihat sebagai meteor. Nama Orionid diambil dari rasi Orion, karena meteor tampak memancar dari arah wilayah langit di sekitar rasi tersebut.

Waktu puncak Orionid pada Oktober 2026 akan bertepatan dengan Bulan yang sedang menuju fase purnama. Kondisi tersebut dapat membuat cahaya Bulan lebih terang dan mengurangi jumlah meteor yang dapat terlihat.

Fenomena Langit Lainnya

Selain Draconid dan Orionid, sejumlah fenomena astronomi lain akan berlangsung sepanjang Oktober 2026. Beberapa di antaranya melibatkan Saturnus, Bulan, dan Merkurius.

– Saturnus beroposisi – 4 Oktober

Saturnus berada di sisi berlawanan dari Bumi terhadap Matahari. Pada posisi ini, planet bercincin tersebut dapat terlihat dari sekitar matahari terbenam hingga matahari terbit.

– Bulan Baru – 10 Oktober

Fase Bulan Baru membuat langit tidak mendapat cahaya Bulan, sehingga kondisi tersebut mendukung pengamatan bintang dan planet.

– Merkurius mencapai elongasi timur terbesar – 12 Oktober

Pada saat ini, Merkurius berada pada jarak sudut terjauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi. Fenomena tersebut menjadi salah satu waktu yang dapat dimanfaatkan untuk mencoba melihat Merkurius di langit sore.

– Hunter’s Moon – 26 Oktober

Bulan Purnama Oktober dikenal sebagai Hunter’s Moon. Fase purnama ini berlangsung pada 26 Oktober 2026. (Sumber: Timeanddate, EarthSky/P-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *