Sunday, September 27

Debut Kandang Pahit Jurgen Klopp Jerman Menyerah 0-1 dari Yunani


Gelandang Yunani #06 Dimitrios Kourbelis (kiri) merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan Grup A2 Liga Bangsa-Bangsa UEFA antara Jerman dan Yunani di Augsburg, Jerman selatan pada 27 September 2026.(AFP)

PELATIH anyar Tim Nasional Jerman, Jurgen Klopp, harus meraskan kekalahan pertamanya saat mendampingi Die Mannschaft. Jerman dipaksa bertekuk lutut usai kalah 0-1 dari Yunani dalam laga yang berlangsung di Augsburg, Minggu lalu. Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak oleh Dimitrios Kourbelis.

Pertandingan ini menjadi laga kandang pertama bagi mantan pelatih Liverpool tersebut sejak menangani tim nasional. Sayangnya, performa skuad Jerman dinilai minim kreasi dalam menyerang serta kehilangan intensitas permainan yang sebelumnya sempat mereka tunjukkan saat menahan imbang Belanda 1-1 pada laga debut Klopp hari Kamis lalu.

Sepanjang satu jam pertama, para pemain Jerman tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat yang dibangun Yunani. Mengandalkan penguasaan bola yang dominan namun minim ancaman, tuan rumah justru lengah menghadapi skema serangan balik cepat yang dilancarkan kubu tamu.

Sejumlah pemain pilar absen dalam laga ini karena Klopp tengah berupaya memetakan potensi dan bakat pemain yang ia miliki. Kendati demikian, hasil minor ini mempertegas besarnya tantangan yang dihadapi juru taktik berusia 59 tahun tersebut untuk membangkitkan kembali raksasa sepak bola dunia yang tengah terpuruk.

Klopp resmi mengarsiteki Timnas Jerman pada Juli lalu pasca-kegagalan juara dunia empat kali tersebut di babak 32 besar piala dunia di Amerika Utara, yang menjadi pemungkas tiga kegagalan beruntun mereka di fase awal turnamen mayor. Dalam upaya penyegaran, ia menyertakan 16 pemain yang belum pernah mengantongi penampilan internasional (uncapped) ke dalam skuad besarnya yang berisi 44 pemain.

Dari lima perubahan pada daftar starting XI, keputusan Klopp memasukkan gelandang Hoffenheim, Bambase Conte, menjadi kejutan terbesar mengingat sang pemain baru mencatatkan empat penampilan di kompetisi kasta teratas.

Conte tampil cukup menjanjikan di awal laga lewat tembakan yang menyisir tipis di samping gawang pada menit kedua. Peluang terbaik Jerman di babak pertama kemudian lahir dari penyerang Barcelona, Karim Adeyemi, yang berhasil melaju melewati lini belakang Yunani melalui skema serangan balik, meski eksekusinya masih melayang di atas mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Conte kembali mengancam lewat tembakan mendatar yang masih mampu ditepis oleh kiper Yunani, Konstantinos Tzolakis.

Melihat dominasi Jerman yang tak kunjung membuahkan hasil, Yunani tampil lebih berani dan tajam melalui serangan balik. Tim tamu nyaris membuka keunggulan ketika Fotis Ioannidis berdiri bebas berhadapan dengan kiper Alexander Nuebel, walau tembakannya masih melebar dari sasaran.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-74. Tembakan menyusur tanah yang dilepaskan Dimitrios Kourbelis berbelok arah setelah mengenai kaki Joshua Kimmich, hingga membuat bola bergulir masuk ke sudut kiri bawah gawang Jerman.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Yunani berhasil mempertahankan keunggulan 1-0. Hasil ini menandai kemenangan perdana Yunani atas Jerman sepanjang sejarah, mengakhiri rekor buruk tujuh kekalahan dan tiga kali imbang sejak pertemuan pertama kedua tim pada tahun 1960. (AFP/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *