
PERJALANAN Carlos Cuesta bersama Parma resmi berakhir. Klub kontestan Serie A tersebut mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan juru taktik muda berusia 31 tahun tersebut setelah satu setengah tahun menukangi tim.
Keputusan ini diambil manajemen Parma setelah melalui diskusi mendalam dengan sang pelatih. Kedua pihak sepakat bahwa kelanjutan kerja sama profesional sudah tidak memungkinkan lagi demi kelangsungan proyek olahraga klub ke depan.
“Setelah berdiskusi antara klub dan pelatih, disepakati bahwa kondisi antara kedua pihak tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan hubungan profesional, terutama terkait pengembangan proyek olahraga,” tulis pernyataan resmi Parma di laman resmi klub pada Minggu (27/9).
Laporan dari Italia mengindikasikan bahwa pergesekan mengenai arah dan visi proyek olahraga klub sebenarnya telah membara sejak awal musim. Pemecatan ini terjadi hanya sepekan setelah Parma berhasil meraih kemenangan perdana mereka di Serie A musim ini saat berhadapan dengan Genoa.
Cuesta, yang sebelumnya menimba pengalaman sebagai asisten Mikel Arteta di Arsenal, pertama kali ditunjuk melatih Parma pada 2025 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Penunjukan tersebut menjadi kesempatan perdananya mengemban peran sebagai pelatih kepala di level senior, menggantikan Cristian Chivu yang hengkang untuk menangani Inter Milan.
Melalui akun Instagram pribadinya, Cuesta menyampaikan salam perpisahan dan mengapresiasi masa-masanya selama memimpin skuad I Crociati.
“Saya telah memberikan segalanya hingga hari terakhir untuk sebuah tim dan klub yang telah sangat saya cintai,” tulis Cuesta.
Usai berpisah dengan Cuesta, manajemen Parma bergerak cepat untuk mencari suksesor. Nama mantan pelatih Genoa dan Pisa, Alberto Gilardino, menduduki daftar teratas calon pelatih baru.
Menurut laporan pakar transfer Alfredo Pedullà, pihak Parma telah menjalin kontak langsung dengan pihak Gilardino. Hambatan utama saat ini terletak pada status kontrak Gilardino yang masih terikat di Pisa. Pelatih berusia 44 tahun tersebut harus menyelesaikan proses pemutusan kontraknya terlebih dahulu sebelum kesepakatan resmi dapat dicapai.
Ini bukan kali pertama nama Gilardino masuk dalam radar Parma. Sebelum menunjuk Cuesta pasca-kepergian Chivu ke Inter Milan, nama Gilardino sudah lebih dahulu menjadi salah satu kandidat kuat yang dipertimbangkan manajemen.
Berbeda dengan Cuesta yang belum memiliki pengalaman melatih tim senior saat ditunjuk, Gilardino dinilai memiliki rekam jejak yang matang di Serie A. Ia terbukti sukses membawa Genoa bertahan di kasta tertinggi Liga Italia selama dua musim penuh.
Sembari menunggu kepastian figur pelatih kepala baru, sesi latihan tim Parma pada Senin ini dipimpin oleh jajaran staf teknis klub. (Ant/Football-Italia/Z-2)
