Tuesday, September 29

Atlet Esports Shogun Ceritakan Keseimbangan Prestasi Olahraga dan Pendidikan


UniPin melihat pentingnya pengembangan talenta muda yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan kompetitif, tetapi juga pendidikan dan keterampilan untuk mendukung perjalanan mereka dalam jangka panjang.

Seiring berkembangnya Esports sebagai salah satu jalur prestasi bagi generasi muda, perjalanan menjadi atlet profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan bermain. Disiplin, manajemen waktu, komunikasi, etika, serta kemampuan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membentuk talenta yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Menjadi Atlet dan mengejar prestasi bukan berarti harus meninggalkan pendidikan. Justru, pendidikan dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan talenta muda untuk menghadapi berbagai tahapan dalam perjalanan mereka. Karena itu, penting bagi kita untuk membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, baik dalam prestasi maupun dalam kemampuan yang akan mereka butuhkan di masa depan,” kata Senior VP UniPin Global, Debora Imanuella dalam keterangannya.

Saat talkshow “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up” yang digelar di SMAN 1 Jakarta oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Shogun Dylont “Shogun” Ananda Setya Hurahira, Atlet Esports dari Bigetron by Vitality yang saat ini tengah menempuh pendidikan di UPN Veteran Jakarta, membagikan pengalamannya membagi waktu antara kuliah, latihan, kompetisi, dan aktivitas sebagai atlet profesional.

Menurut Shogun, pendidikan tetap memiliki peran penting dalam perjalanan seorang atlet esports, termasuk dalam membangun kemampuan komunikasi dan etika. Ia juga mengajak para pelajar untuk berani mengejar passion, mencoba hal baru, dan memberikan usaha terbaik dalam bidang yang mereka tekuni.

Sejalan dengan hal tersebut, Dra. Fauro Sartana, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Jakarta menyampaikan bahwa sekolah perlu memberikan dukungan terhadap perkembangan siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, kedua aspek tersebut perlu berjalan seimbang dan saling melengkapi, sebagaimana tercermin dari berbagai pencapaian siswa di SMA Negeri 1 Jakarta.

Pesan utama diskusi ini, prestasi olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan. Bagi atlet muda, pendidikan juga dapat menjadi fondasi untuk memperluas wawasan serta mempersiapkan berbagai peluang setelah masa kompetitif berakhir.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *