Tuesday, September 29

Jangan Abaikan Ini Tanda-Tanda Infeksi Hepatitis B yang Sering tidak Disadari


Gejala Hepatitis B akut dan kronis.(Dok. Magnific)

HEPATITIS B merupakan infeksi serius pada hati yang sering kali menyerang tanpa gejala jelas, sehingga banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Penyakit yang menular melalui kontak darah dan cairan tubuh ini memerlukan deteksi dini guna mencegah komplikasi kesehatan yang lebih berat di masa depan.

Berdasarkan informasi dari EMC Healthcare, virus ini dapat menyerang seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Penularan umumnya terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bersama, serta transmisi dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

Mengenal Gejala Akut dan Kronis

Infeksi Hepatitis B terbagi menjadi dua fase, yakni akut dan kronis. Pada fase akut, gejala biasanya muncul dalam rentang enam bulan setelah terpapar. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi demam ringan, mual, muntah, penurunan nafsu makan, serta nyeri sendi.

Secara fisik, penderita mungkin mengalami perubahan warna urine menjadi gelap dan menguningnya kulit atau bagian putih mata (penyakit kuning).

Jika infeksi menetap lebih dari enam bulan, kondisi ini berkembang menjadi Hepatitis B kronis. Gejalanya sering kali berupa rasa lelah yang terus-menerus serta nyeri pada perut bagian atas. Pada tahap ini, risiko kerusakan hati permanen menjadi lebih tinggi.

Pentingnya Deteksi Dini

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS EMC Sentul, Muhammad Yamin Lubis, menekankan pentingnya pemeriksaan medis tanpa menunggu gejala muncul. Deteksi dini dapat dilakukan melalui beberapa metode:

  • Tes Darah: Untuk mengetahui keberadaan virus, aktivitas infeksi, dan stadium penyakit.
  • USG Liver: Membantu memantau tingkat kerusakan pada organ hati.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan hati untuk analisis lebih mendalam.

Langkah Pencegahan dan Pengobatan

Vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan. Di Indonesia, imunisasi Hepatitis B telah diwajibkan bagi anak-anak sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 42 Tahun 2013. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak berbagi barang pribadi seperti sisir atau gunting kuku yang berpotensi menjadi media penularan.

Terkait penanganan, penderita Hepatitis B akut biasanya dapat sembuh melalui sistem kekebalan tubuh alami. Namun, bagi penderita kronis, diperlukan terapi obat antivirus secara rutin untuk menekan perkembangbiakan virus dan mencegah risiko sirosis hingga kanker hati. Dalam kasus kerusakan hati yang sangat berat, transplantasi hati menjadi pilihan medis terakhir. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *