
INDUSTRI nasional bersiap menghadapi pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal tahap berikutnya pada 18 Oktober 2026. Regulasi ini akan mencakup sektor strategis seperti makanan, minuman, kosmetik, farmasi, hingga tekstil.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Ian Kloer, menekankan bahwa kesiapan sektor farmasi dan kosmetik sangat krusial. “Ekosistem halal yang kuat akan meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus daya saing produk Indonesia di kancah global,” ujar Ian dalam keterangan resminya, Rabu (30/9).
Kesiapan Darya-Varia mengongsong kewajiban itu ditandai dengan meraih dua penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar halal di sektor farmasi dan kosmetik.
Dalam ajang tersebut, Darya-Varia dinobatkan sebagai Perusahaan Industri Kosmetik Halal Terbaik (Subkategori Industri Besar, Terbaik I) serta Perusahaan Industri Farmasi dan Obat Tradisional Halal Terbaik (Subkategori Industri Besar, Terbaik II). Menurut Ian, penghargaan dari Kemenperin merupakan pengingat bahwa jaminan halal bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan produk kesehatan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Kontribusi Seluruh Lini Perusahaan
Capaian itu disebut sebagai hasil kerja keras kolektif dari seluruh lini perusahaan, mulai dari riset dan pengembangan (R&D), produksi, pengendalian mutu (quality control), hingga distribusi. Saat ini, komitmen halal Darya-Varia telah tercermin dari 231 SKU produk yang seluruhnya telah mengantongi sertifikat halal.
Selain itu, seluruh fasilitas pabrik perusahaan menerapkan Sistem Jaminan Halal secara konsisten. Hal ini mencakup pemastian bahwa seluruh bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam setiap tahap produksi telah memenuhi standar halal yang ketat.
Penerapan standar halal juga terbukti memberikan dampak positif terhadap pengembangan bisnis perusahaan, terutama di pasar internasional. Berdasarkan data perusahaan, nilai penjualan ekspor Darya-Varia mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 27 persen, yakni dari Rp184,4 miliar pada 2024 menjadi Rp234,05 miliar pada 2025.
Di sisi lain, Darya-Varia juga aktif mendorong pengembangan ekosistem halal melalui program CSR bertajuk Halalpreneur. Program yang telah memasuki tahun kelima ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara sektor industri, pendidikan vokasi, dan pelaku UMKM. (Ant/I-2)
