
Perusahaan public investment fund (PIF) Arab Saudi RUA AlHaram AlMakki Company bekerja sama dengan institusi Malaysia dan Brunei Darussalam. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan 3 perjanjian kolaborasi strategis.
CEO RUA Alharam Almakki Bambang Kajairi mengatakan, pihaknya bersama MRCB International Sdn Bhd (perusahaan asal Malaysia) menjajaki kerja sama untuk pengembangan destinasi campuran yang berorientasi pada penggunaan transportasi dalam kawasan King Salman Gate di Makkah.
Perjanjian dengan Malaysia, kata Bambang, memiliki gross development value (GDV) SAR 21 miliar, tergantung uji kelayakan, persetujuan, pembiayaan, tahapan pengembangan, dan perjanjian definitif. Adapun kerja sama itu meliputi pembangunan terminal bus umum yang terintegrasi dengan komponen hunian, komersial retail, dan destinasi lainnya.
Perjanjian kolaborasi tersebut ditandatangani CEO Rua AlHaram AlMakki Bambang Kajairi, dan Group Managing Director MRCB Imran Salim di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dengan Brunei, kata Bambang, RUA AlHaram AlMakki menandatangani perjanjian kolaborasi dengan Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB) untuk menjajaki investasi usaha patungan dalam kawasan King Salman Gate di Makkah. kesepakatan yang berlaku untuk pengembangan berbagai bidang tanah, termasuk hotel, dan hunian. Nilai GDV sekitar SAR 9,7 miliar, dengan mempertimbangkan proses uji kelayakan, persetujuan, pengaturan pembiayaan, dan perjanjian definitif.
Melalui perjanjian terpisah, tambah Bambang, RUA AlHaram Almakki, Rua Al Madinah Holding, dan TAIB juga akan menjajaki kerja sama peluang investasi, dan pengembangan di Makkah, Madinah, dan Brunei Darussalam. Kerja sama itu menghubungkan peluang investasi, dan pengembangan di Makkah dan Madinah. Tentunya dengan investasi, dan keahlian dari Brunei.
Kedua perjanjian ditandatangani CEO Rua AlHaram AlMakki Bambang Kajairi, CEO RUA Al-Madinah Eng. Ahmed W. Aljuhani, Permanent Secretary III, Ministry of Economy, Trade and Industry, dan Managing Director TAIB Datin Dayang Hajah Hasnah.
“Semua kesepakatan ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun kemitraan internasional yang kuat dan mempererat hubungan kami dengan negara-negara di kawasan Asean,” kata Bambang dalam keterangan resminya pada Kamis (1/10).
Secara keseluruhan, kata Bambang, ketiga perjanjian membuka jalur baru bagi institusi internasional untuk berpartisipasi dalam pengembangan Makkah dan Madinah. Juga meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung, dan mendukung tujuan Saudi Vision 2030.
“Kami melihat potensi besar untuk melanjutkan momentum ini dan memperluas kolaborasi di kawasan ini, termasuk menjajaki peluang di Indonesia, dengan menyatukan investasi, keahlian, dan kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan Makkah serta meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung,” ujarnya.
