Friday, October 2

Sarana dan Kompetensi Peternak Diperkuat demi Tingkatkan Kualitas dan Pendapatan


ilustrasi(Antara)

Pengembangan usaha peternakan di sekitar wilayah proyek Duri, Riau, mulai diarahkan tidak hanya pada penambahan jumlah ternak, tetapi juga penguatan kemampuan peternak dalam mengelola usaha secara mandiri. Pendekatan tersebut dijalankan melalui program Saji Farm atau Sapi dan Jagat Hijau Farm yang dikembangkan PT PLN Energi Gas (PLN EG). Setelah sebelumnya memberikan dukungan awal kepada kelompok peternak, program pada tahun ini dilanjutkan dengan penguatan sarana peternakan, pengembangan ternak, keamanan area, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sekretaris Perusahaan PLN EG Elok Faiqoh Saptining Ratri mengatakan penguatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan agar program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional tidak berhenti pada pemberian bantuan.

“Setelah tahun sebelumnya PLN EG menginisiasi pengembangan kelompok peternak melalui dukungan awal program, pada tahun ini Saji Farm dilanjutkan dengan penguatan aspek sarana, pengembangan ternak, keamanan area peternakan, serta peningkatan kompetensi para peternak,” sebutnya.

Sarana Peternakan hingga Pelatihan

Dalam tahap lanjutan tersebut, PLN EG memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana peternakan, bibit ternak, serta pembangunan pagar pengamanan di area peternakan.

Dukungan tersebut ditujukan untuk memperbaiki pengelolaan peternakan sekaligus memberikan ruang bagi kelompok untuk mengembangkan usaha secara bertahap.

Namun, pengembangan usaha peternakan tidak hanya bergantung pada ketersediaan ternak dan fasilitas. Pengetahuan pengelolaan menjadi aspek lain yang diperkuat melalui pelatihan peningkatan kapasitas peternak.

Pelatihan tersebut menghadirkan Prof Bramada Winiar Putra dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang memberikan pembekalan mengenai pengelolaan peternakan yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Elok mengatakan peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari kelanjutan program yang telah dimulai pada tahun sebelumnya.

“Setelah fondasi program dibangun pada tahun sebelumnya, tahun ini kami memperkuatnya melalui dukungan sarana prasarana, pengembangan ternak, serta peningkatan kapasitas para peternak. Harapannya, kelompok penerima manfaat tidak hanya berkembang dari sisi jumlah maupun produktivitas ternak, tetapi juga semakin memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Elok, keterlibatan akademisi juga diperlukan agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada bantuan material, tetapi disertai pengetahuan yang dapat diterapkan oleh kelompok penerima manfaat.

Kemandirian Jadi Tahap Berikutnya

Bramada mengatakan kapasitas peternak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan. Menurut dia, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan ternak, tetapi juga membutuhkan pengetahuan serta keterampilan pengelolaan.

“Melalui pelatihan ini, kami mendorong para peternak untuk semakin memahami praktik pengelolaan ternak yang baik, mulai dari aspek pemeliharaan hingga pengembangan usaha. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap kelompok peternak ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membangun usaha yang semakin mandiri,” ujar Bramada.

Dengan dilanjutkannya Saji Farm, PLN EG berharap kelompok peternak dapat berkembang menjadi kelompok usaha yang lebih produktif sekaligus memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan potensi peternakan secara mandiri. Elok mengatakan perkembangan program akan terus dipantau dan dievaluasi.

“Ke depan, PLN EG akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan Saji Farm, sehingga manfaat program dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah, baik dari aspek sosial maupun ekonomi bagi masyarakat penerimanya,” tandas Elok. (Ant/E-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *