Saturday, October 3

Cuaca Buruk Lumpuhkan Nelayan Muara Ciasem Subang


Kapal kapal nelayan yang bersandar di muara yang tidak melaut karena kondisi laut yang kurang baik.(Dok. Istimewa)

KONDISI cuaca ekstrem yang ditandai dengan angin kencang dan gelombang tinggi melumpuhkan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir utara Kabupaten Subang, Jawa Barat. Fenomena alam ini, ditambah dengan pengaruh terang bulan, telah memaksa ratusan nelayan di Muara Ciasem untuk berhenti melaut selama dua pekan terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (3/10/2026), ratusan perahu nelayan tampak bersandar di sepanjang dermaga. Para nelayan memilih tidak melaut guna menghindari risiko keselamatan jiwa akibat cuaca buruk di laut lepas. Dampak dari berhentinya aktivitas ini sangat dirasakan pada sektor ekonomi lokal, terutama di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari yang kini sepi dari aktivitas jual beli.

Dampak Ekonomi dan Operasional

Wandi, salah seorang nelayan di Pantura Subang, mengungkapkan bahwa kondisi ini telah memutus sumber penghasilan utama warga pesisir. Meski ada beberapa nelayan yang mencoba tetap melaut, hasil tangkapan yang diperoleh tidak mampu menutupi tingginya biaya operasional.

“Sudah dua pekan kondisi cuaca sangat buruk, para nelayan terpaksa berhenti melaut. Ada yang tetap melaut namun hasilnya tidak sebanding dengan pengeluaran,” ujar Wandi.

Ringkasan Dampak Cuaca Buruk di Muara Ciasem:

  • Durasi: Dua pekan terakhir (hingga awal Oktober 2026).
  • Penyebab: Angin kencang, gelombang tinggi, dan fenomena terang bulan.
  • Wilayah Terdampak: Pesisir utara Subang, khususnya Muara Ciasem.
  • Status Aktivitas: Ratusan nelayan berhenti melaut; TPI Mina Bahari lumpuh.

Aktivitas Selama Masa Paceklik

Selama masa sulit ini, para nelayan mengisi waktu dengan melakukan perawatan alat tangkap. Di sepanjang dermaga, terlihat para nelayan memperbaiki jaring yang rusak serta melakukan pemeliharaan mesin kapal agar siap digunakan kembali saat cuaca membaik.

Kondisi ini memicu harapan besar dari komunitas nelayan terhadap peran pemerintah daerah. Mereka sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan masa paceklik dari Pemerintah Kabupaten Subang untuk meringankan beban ekonomi keluarga selama mereka tidak memiliki penghasilan dari melaut.








Sektor Terdampak Kondisi Saat Ini
Aktivitas Melaut Berhenti total/sangat minim
TPI Mina Bahari Sepi, tidak ada transaksi jual beli
Pendapatan Nelayan Kehilangan sumber penghasilan utama
Kegiatan Alternatif Perbaikan jaring dan mesin kapal

Hingga berita ini diturunkan, para nelayan masih memantau perkembangan cuaca dan berharap intensitas angin serta gelombang segera mereda agar aktivitas produksi perikanan di Subang dapat kembali normal. (RZ/I-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *