Tuesday, October 6

Kapal Pengangkut Jagung Ditembak Drone Rusia di Laut Hitam, Kapten Tewas


Serangan drone Rusia menghantam kapal kargo sipil di Laut Hitam hingga tenggelam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kecam keras insiden maut tersebut.(Media Sosial X)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan maut Rusia yang menghantam sebuah kapal kargo sipil pengangkut jagung di wilayah Laut Hitam. Insiden tersebut mengakibatkan kapten kapal tewas dan kapal akhirnya tenggelam.

Zelensky menyebut serangan yang menggunakan dua unit drone tersebut sebagai tindakan yang “mengerikan”. Selain menewaskan sang kapten, seorang pelaut lainnya dilaporkan hilang, sementara 11 anggota kru berkewarganegaraan Azerbaijan dan India berhasil diselamatkan.

Lembaga kementerian dalam negeri Rumania mengonfirmasi mereka telah menggelar misi penyelamatan setelah menerima laporan kebakaran pada kapal bernama Royad Mammadov. Insiden ini terjadi di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Rumania, sekitar 30 mil laut di sebelah selatan pelabuhan Sfantu Gheorghe.

Pihak Rumania melaporkan kapal tersebut tenggelam dan mengonfirmasi dua orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Zelensky menegaskan bahwa kapal yang menjadi sasaran tembak berada di perairan netral dan dimiliki oleh pihak Turki. Ia juga menyayangkan penolakan Rusia terhadap berbagai upaya perdamaian di kawasan perairan tersebut.

“Saya telah berulang kali mengusulkan langkah-langkah konkret untuk meredakan situasi dan menjamin keamanan di Laut Hitam,” ujar Zelensky.

“Namun Rusia secara konsisten memilih teror dan menenggelamkan kapal-kapal sipil ketimbang navigasi maritim yang normal,” tegas Zelensky. Ia menambahkan bahwa “Tekanan diperlukan untuk memulihkan ketahanan pangan global. Dan setiap pihak yang benar-benar tertarik akan hal ini harus ikut membantu.”

Meskipun belum memberikan komentar langsung atas insiden kapal Royad Mammadov, Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengonfirmasi telah menghantam dua kapal kargo. Pihak Moskow menyatakan bahwa rangkaian serangan terhadap infrastruktur Ukraina merupakan balasan atas serangan Kyiv terhadap kilang minyak dan kapal-kapal Rusia di Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rusia juga telah menegaskan akan meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Ukraina. Langkah ini merespons pernyataan Zelensky yang berjanji akan memperluas gempuran terhadap kilang minyak Rusia, fasilitas yang dinilai Ukraina menjadi sumber pendanaan perang bagi Kremlin.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa serangan Ukraina terhadap fasilitas kilang minyak telah memberikan dampak, yang menyebabkan Rusia kehilangan sekitar 1 persen dari PDB-nya.

Di sisi lain, eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran dari negara-negara Barat terkait lonjakan aksi perang hibrida (hybrid warfare). Kepala intelijen luar negeri Jerman, Martin Jaeger, memperingatkan bahwa ancaman serangan terhadap target-target strategis tetap nyata dan mendesak.

“Jerman berada dalam bahaya terseret ke dalam konflik kekerasan dengan Rusia,” ujar Jaeger, sembari menambahkan bahwa Rusia saat ini sedang “mengobarkan perang bayangan” di kawasan Eropa. (BBc/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *