
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, untuk segera menghitung secara cermat dan akurat kebutuhan tambahan bonus bagi para atlet peraih medali emas di ajang multi-ivent internasional, seperti Asian Games dan Olimpiade.
“Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade,” ujar Menko PMK Sugiono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10).
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menerima kunjungan audiensi Menpora di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Dalam pertemuan strategis itu, Menpora memaparkan berbagai progres pembangunan keolahragaan nasional, mulai dari peningkatan prestasi, pembinaan atlet, kesejahteraan, infrastruktur, hingga persiapan PON XXII Tahun 2028.
Menurut Sugiono, penghitungan tambahan bonus yang presisi sangat penting agar bentuk apresiasi negara terhadap keringat dan perjuangan para atlet dapat diberikan secara tepat sasaran serta berimbang dengan pencapaian gemilang mereka di kancah dunia.
Program Kesejahteraan Jangka Panjang dan Beasiswa Atlet
Selain peningkatan bonus penghargaan, pemerintah saat ini juga tengah mematangkan skema dana pensiun bagi atlet berprestasi—khususnya para peraih medali emas Olimpiade. Program jaminan masa tua ini ditargetkan mulai bergulir pada tahun depan sebagai wujud nyata perlindungan dan jaminan kesejahteraan atlet setelah masa keemasannya di dunia olahraga berakhir.
Di sektor pendidikan dan pengembangan talenta, Kemenpora berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah menyiapkan 100 kuota beasiswa pendidikan di universitas ternama melalui skema LPDP bagi atlet berprestasi, serta merencanakan tambahan 100 beasiswa di perguruan tinggi dalam negeri. Pemerintah juga mengagendakan pembangunan Akademi Olahraga Nasional serta Pusat Latihan Tim Nasional.
Reformasi Regulasi dan Persiapan PON XXII 2028
Langkah penguatan ekosistem olahraga nasional turut ditempuh melalui penyederhanaan regulasi birokrasi, di mana tumpukan 191 Peraturan Menteri kini dipangkas dan disederhanakan menjadi hanya empat regulasi utama. Langkah deregulasi ini diharapkan memberi kepastian hukum bagi penyelenggaraan event, serta mendongkrak pertumbuhan industri olahraga, pariwisata, dan ekonomi nasional melalui koordinasi investasi serta optimalisasi aset BLU Inasport.
Sementara itu, terkait persiapan PON XXII Tahun 2028, pemerintah memastikan koordinasi terus berjalan agar perhelatan akbar tersebut dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan menjadi kawah candradimuka yang optimal bagi lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi.
Menpora juga menegaskan pentingnya regulasi khusus yang mewadahi 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabor andalan nasional guna memperkokoh peta jalan pembinaan jangka panjang, termasuk menatap ajang terdekat seperti SEA Games 2027 hingga target besar di Olimpiade 2032.
(Ant/P-4)
