
PENYANYI musik country asal Amerika Serikat, Ella Langley, akhirnya buka suara setelah mengambil keputusan berat untuk membatalkan konsernya secara mendadak akibat adanya ancaman keamanan.
Musisi berusia 27 tahun tersebut sedianya dijadwalkan tampil di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, Jumat (09/10). Namun, hanya beberapa jam sebelum acara dimulai, tim Langley mengumumkan pembatalan pertunjukan dengan alasan adanya “ancaman keamanan serius yang melibatkan keselamatan penggemar, personel lokasi, dan sang artis.”
Saat tampil pada konsernya di United Supermarkets Arena di Lubbock, Texas, keesokan harinya, Sabtu (10/10), pelantun templat Choosin’ Texas tersebut menyampaikan alasannya secara langsung di hadapan para penonton.
“Jika tujuannya adalah menjaga Anda tetap aman dan memastikan pertunjukan ini menjadi tempat yang aman bagi kita untuk datang dan menikmati musik, maka pertunjukan akan dilaksanakan. Namun, di saat rasanya situasi tidak aman, saya tidak akan melakukannya,” ujar Langley, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah secara daring.
Ia menegaskan tidak menyesali keputusan tegas yang telah diambilnya demi keselamatan bersama.
“Saya akan mengambil keputusan kemarin 10 miliar kali lebih banyak, dan saya akan melakukannya besok, serta lusa, karena, meskipun saya bersyukur bisa melakukan apa yang saya lakukan, ini bukanlah hal terpenting dalam hidup ini,” lanjut Langley.
“Hal terpenting dalam hidup ini adalah orang-orang di sekitar yang mencintai Anda dan ada untuk Anda apa pun yang terjadi. Hal terpenting dalam hidup ini adalah memastikan Anda bangun setiap hari dan merasa, ‘Anda tahu? Saya baik-baik saja hari ini, dan saya sangat bersyukur telah terbangun hari ini.'”
Langley juga mengaku sempat mempertimbangkan untuk membatalkan konsernya pada 10 Oktober di Texas. Namun, ia memutuskan untuk tetap tampil setelah merasa yakin situasi sudah aman.
Melalui unggahan di media sosial saat membatalkan pertunjukan di Tulsa, Langley menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil atas saran dari pihak berwenang setempat, pengelola lokasi, dan tim keamanannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang telah mengorbankan waktu, biaya, dan rencana perjalanan.
“Ini bukan keputusan yang diambil secara ringan. Saya sangat menantikan untuk menghabiskan malam ini bersama Anda, tetapi keselamatan Anda akan selalu berarti lebih bagi saya daripada apa pun. Saya menolak menempatkan siapa pun dalam bahaya,” tulisnya.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat (TPD) melaporkan pembatalan konser yang merupakan bagian dari Dandelion Tour tersebut dipicu oleh ancaman bom palsu. Kepolisian Tulsa menyatakan telah melakukan penyisiran di seluruh area BOK Center menggunakan tim K-9 dan tim penjinak bom, namun tidak menemukan benda berbahaya maupun ancaman yang kredibel.
Pihak kepolisian telah menginformasikan hasil penyisiran tersebut kepada manajemen Langley, namun tim manajemen sang penyanyi tetap memutuskan untuk membatalkan pertunjukan. Terkait pembelian tiket, tim Langley menyatakan bahwa informasi pengembalian dana (refund) akan segera diumumkan. (People/Z-2)
