Monday, October 12

Galatasaray vs Barcelona Hansi Flick Waspadai Atmosfer Neraka RAMS Park


Pelatih Barcelona Hansi Flick.(Dok. Antara)

BARCELONA bersiap melanjutkan tren positif mereka saat melawat ke markas Galatasaray pada laga kedua fase liga Liga Champions 2026/2027. Pertandingan yang akan digelar di RAMS Park, Rabu (14/10) mendatang, menjadi ujian berat bagi skuat asuhan Hansi Flick di tengah performa impresif mereka.

Blaugrana datang ke Istanbul dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Di pentas Eropa, mereka sukses melumat Feyenoord 5-1, yang kemudian dilanjutkan dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Getafe di La Liga. Namun, Hansi Flick mengingatkan anak asuhnya agar tidak jemawa menghadapi tekanan suporter tuan rumah.

Ujian Mental di Stadion Paling Bising

Hansi Flick secara terbuka mengakui bahwa atmosfer di RAMS Park akan menjadi tantangan tersendiri bagi mentalitas para pemain muda Barcelona. Tekanan dari puluhan ribu pendukung fanatik Galatasaray dikenal mampu meruntuhkan konsentrasi tim tamu mana pun.

“Kami akan bermain di stadion paling bising di dunia. Kami harus mempersiapkan diri untuk itu,” tegas Flick sebagaimana dikutip dari Barca Blaugranes. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus selama 90 menit penuh agar tidak terpengaruh oleh intimidasi dari tribun penonton.

Selain faktor non-teknis, Flick juga menyoroti kualitas skuat Galatasaray yang kini dihuni pemain-pemain kelas dunia. “Galatasaray memiliki penyerang hebat seperti Victor Osimhen dan benar-benar mempunyai skad yang bagus. Kami harus siap memainkan sepak bola terbaik kami,” tambahnya.

Kembalinya Pilar Utama Blaugrana

Demi mengamankan tiga poin, Barcelona diprediksi akan menurunkan kekuatan penuh. Beberapa pemain kunci seperti Pau Cubarsi, Pedri, dan Fermin Lopez berada dalam kondisi bugar setelah mendapatkan waktu istirahat pada laga domestik terakhir. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk meredam agresivitas lini serang tuan rumah yang juga diperkuat oleh Leroy Sane.

Staf pelatih Barcelona bahkan mengategorikan laga tandang ini sebagai salah satu ujian tersulit di fase liga, setara dengan tingkat kesulitan saat mereka harus bertandang ke markas Paris Saint-Germain.

Misi Bangkit Cimbom Aslan

Di sisi lain, Galatasaray mengusung misi bangkit setelah menelan kekalahan 1-3 dari Sporting CP pada laga pembuka di Lisbon. Meski sempat unggul lebih dulu, skuat asuhan Okan Buruk tersebut kehilangan kendali di babak kedua.

Modal berharga bagi tim berjuluk Cimbom ini adalah performa domestik yang cukup stabil dengan raihan 16 poin dari tujuh laga. Kemenangan terbaru 3-1 atas Kasimpasa melalui gol Abdulkerim Bardakci, Baris Alper Yilmaz, dan Mario Lemina menjadi suntikan moral penting sebelum menjamu raksasa Katalonia.

Secara historis, RAMS Park memang angker bagi tim-tim besar. Musim lalu, Liverpool dan Juventus pernah merasakan pahitnya kekalahan di stadion ini. Namun, Barcelona memiliki catatan sejarah yang lebih unggul dengan lima kemenangan dari delapan pertemuan di Liga Champions, termasuk memori manis kemenangan 2-1 di Istanbul pada Liga Europa 2021/2022 silam. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *