
PT Astra International Tbk mencatatkan tren pertumbuhan positif dalam penjualan mobil di pasar domestik hingga Kuartal III/2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Motor Indonesia (Gaikindo), total akumulasi penjualan mobil Astra sepanjang periode Januari hingga September 2026 mencapai 334.987 unit.
Capaian tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 12,60 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 297.498 unit.
“Astra akan terus mencermati dinamika ekonomi dan perkembangan pasar otomotif nasional sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing, memperkuat sinergi dalam ekosistem otomotif, serta menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Head of Media Relations Division Astra Ahmad Muhibbuddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/10).
Dari jajaran merek di bawah naungan Astra, Isuzu mencatatkan laju pertumbuhan paling impresif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Secara kumulatif (Januari–September 2026), penjualan Isuzu melonjak 29,73 persen YoY menjadi 22.975 unit, dibandingkan 17.710 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan positif juga ditorehkan oleh Daihatsu yang tumbuh 15,49 persen YoY menjadi 112.442 unit, serta gabungan Toyota + Lexus yang naik 3,27 persen YoY dengan total penjualan mencapai 198.873 unit.
Pada periode bulanan, Astra melaporkan angka penjualan sebesar 36.723 unit di bulan September 2026, cenderung stabil (flat) dengan koreksi tipis -0,27 persen (MoM) dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 36.824 unit. Isuzu kembali memimpin pertumbuhan bulanan merek Astra pada September dengan kenaikan 8,27 persen (MoM) mencapai 3.155 unit.
Pertumbuhan penjualan Astra berjalan seiring dengan penguatan pasar mobil nasional secara keseluruhan. Akumulasi total penjualan mobil untuk pasar domestik (wholesales) pada periode Januari–September 2026 tercatat menembus 679.018 unit, tumbuh 19,28 persen YoY dari 569.256 unit pada Januari–September 2025.
Dengan pencapaian tersebut, Astra menguasai pangsa pasar (market share) otomotif nasional sebesar 49,33 persen pada kurun Januari–September 2026. Sementara itu, gabungan pabrikan Non-Astra mencatatkan total penjualan 344.031 unit (pangsa pasar 50,67 persen), tumbuh 26,62 persen YoY yang terutama ditopang oleh ekspansi merek-merek kendaraan listrik (EV) serta pendatang baru.
