
MINUMAN manis adalah jenis minuman yang mengandung gula alami atau gula tambahan sehingga memiliki rasa manis. Minuman ini dapat berupa teh manis, kopi susu dengan gula, minuman bersoda, minuman energi, jus dengan tambahan gula, sirup, hingga minuman kekinian seperti boba dan es kopi susu.
Minuman manis umumnya mengandung karbohidrat sederhana yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama yang tinggi gula tambahan, minuman ini dapat meningkatkan asupan kalori harian dan berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan.
1. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Konsumsi minuman manis secara berlebihan dan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Asupan gula yang tinggi dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan gangguan metabolisme yang memengaruhi pengaturan gula darah.
2. Memicu Kenaikan Berat Badan
Minuman manis mengandung kalori yang dapat menambah asupan energi harian. Berbeda dengan makanan padat, kalori dalam minuman cenderung kurang memberikan rasa kenyang sehingga seseorang mungkin tetap makan seperti biasa setelah meminumnya.
3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi dapat berkontribusi terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk kenaikan berat badan, peningkatan trigliserida, dan gangguan metabolisme.
4. Merusak Kesehatan Gigi
Gula dalam minuman manis dapat dimanfaatkan bakteri di dalam mulut untuk menghasilkan asam. Asam tersebut dapat merusak lapisan enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.
5. Meningkatkan Risiko Perlemakan Hati
Konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan, terutama yang mengandung banyak gula tambahan seperti fruktosa, dapat berkontribusi terhadap penumpukan lemak di hati.
6. Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Pola makan tinggi gula tambahan dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, terutama jika turut menyebabkan kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
7. Mengganggu Kualitas Pola Makan
Terlalu sering mengonsumsi minuman manis dapat membuat asupan kalori harian meningkat tanpa memberikan zat gizi yang cukup.
8. Meningkatkan Risiko Gangguan Metabolisme
Konsumsi minuman manis dalam jumlah berlebihan dapat berkontribusi terhadap gangguan metabolisme, terutama jika disertai pola makan tidak seimbang dan kurang aktivitas fisik.
9. Berpotensi Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal
Konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan dikaitkan dalam sejumlah penelitian dengan peningkatan risiko masalah kesehatan ginjal. Hubungan ini dapat dipengaruhi oleh faktor lain, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan berat badan berlebih.
10. Dapat Mengganggu Kualitas Tidur
Minuman manis tertentu, seperti kopi susu, teh manis berkafein, dan minuman energi, dapat mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.
11. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis dalam Jangka Panjang
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis melalui berbagai mekanisme, termasuk kelebihan berat badan, gangguan gula darah, dan perubahan kadar lemak dalam darah.
Sering minum minuman manis dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, kenaikan berat badan, penyakit jantung, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
