Monday, October 12

BRIN Akan Tampilkan 200 Produk Inovasi Unggulan di Acara IISE 2026


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menampilkan 200 produk inovasi unggulan dalam acara Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026. Dengan menggandeng PT Sukses Mulya Pratama selaku promotor, IISE 2026 rencananya diselenggarakan pada 10-13 Desember 2026 di Hall 7-8 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Ketua Penyelenggara IISE 2026 Walneg mengatakan, berbeda dari pameran teknologi biasanya, IISE 2026 dirancang untuk membuka peluang, dan komersialisasi hasil riset. Ada 230 gerai pameran, dan program innovation marketplace, investor.

Kegiatan ini, kata Walneg, membuka kesempatan bagi investor dan periset untuk bertemu dengan calon pengguna teknologi, mitra industri, dan pelaku usaha. Apalagi industri berpotensi mengembangkan hasil riset dan inovasi di Indonesia.

Karena itu, kata Walneg, BRIN berperan untuk menemukan pengguna, mengembangkan bersama, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Indonesia.

“Melalui IISE 2026, kami ingin mempercepat pertemuan antara dunia riset, industri, investor, dan masyarakat agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai prototipe atau publikasi, tetapi bergerak menuju pemanfaatan yang lebih luas,” kata Walneg dalam keterangan resmi IISE 2026 di kantor pusat BRIN, Jakarta, Senin (12/10).

Walneg mengatakan, pihaknya mengharapkan kehadiran IISE 2026 menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan tindak lanjut konkret mulai dari kerja sama riset, pengembangan produk, lisensi teknologi, hingga peluang investasi dan komersialisasi.

“Ukuran keberhasilan IISE bukan hanya seberapa banyak teknologi yang dipamerkan atau berapa banyak pengunjung yang hadir. Yang lebih penting adalah berapa banyak kolaborasi yang terbangun, inovasi yang menemukan mitra, serta hasil riset yang memiliki peluang untuk diterapkan,” ujar Walneg.

Pada IISE 2026, kata Walneg, ada program unggulan yakni innovation marketplace yang dirancang untuk mempertemukan hasil inovasi dengan calon pengguna, pelaku industri, investor, perusahaan teknologi, dan pasar.

“Kami ingin IISE menjadi jembatan antara invensi dan inovasi, sekaligus antara inovasi dan dampaknya bagi masyarakat,” ujar Walneg.

Sementara itu, Direktur Sukses Mulya Pratama Nopit Cahyani menambahkan, para pihak dapat menjajaki peluang kerja sama terkait pengembangan produk, proyek percontohan, lisensi, kemitraan produksi, dan investasi.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, kata Nopit, akan membuka kesempatan bagi perusahaan untuk menyampaikan kebutuhan teknologi. Sedangkan investor dan perusahaan perintis dapat menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan tersebut.

Sebagai promotor, lanjut Nopit, pihaknya ingin para pengunjung untuk menunjukkan ciptaan dan menemukan pihak yang membutuhkan inovasi, serta dapat membantu membawa menuju pasar.

“Melalui IISE, kami ingin menciptakan ruang pertemuan yang lebih terarah sehingga interaksi selama pameran berpotensi berlanjut menjadi kerja sama bisnis, pengembangan produk, maupun investasi,” kata Nopit.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *