Monday, October 12

Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar Arab, Latin, Tata Cara, Syarat


Berikut Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar(magnifik)

SHOLAT jamak takhir adalah keringanan dalam Islam untuk menggabungkan dua sholat fardu dan melaksanakannya pada waktu sholat yang kedua.

Contohnya, sholat Dzuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Ashar, sedangkan sholat Magrib dan Isya dilaksanakan pada waktu Isya.

Keringanan ini diberikan dalam kondisi tertentu yang dibenarkan syariat, seperti perjalanan jauh bagi musafir yang memenuhi persyaratan.

Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur

Bacaan Arab

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيرٍ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin

Ushallī fardhazh-zhuhri arba‘a raka‘ātin majmū‘an bil-‘ashri jam‘a ta’khīrin adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya

“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Dzuhur empat rakaat, dijamak bersama Ashar dengan jamak takhir, sebagai pelaksanaan karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Jamak Takhir Ashar

Bacaan Arab

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيرٍ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin

Ushallī fardhal-‘ashri arba‘a raka‘ātin majmū‘an bizh-zhuhri jam‘a ta’khīrin adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya

“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Ashar empat rakaat, dijamak bersama Dzuhur dengan jamak takhir, sebagai pelaksanaan karena Allah Ta’ala.”

  1. Memastikan alasan jamak dibenarkan. Pastikan kondisi memenuhi ketentuan syariat untuk menjamak sholat.
  2. Berniat jamak takhir. Untuk musafir, niat menunda pelaksanaan Dzuhur hingga waktu Ashar perlu diperhatikan sesuai ketentuan mazhab yang diikuti. Dalam mazhab Syafi’i, niat menunda tersebut dilakukan ketika waktu Dzuhur masih ada.
  3. Menunggu masuk waktu Ashar. Jamak takhir dilaksanakan pada waktu sholat yang kedua.
  4. Berwudu dan menghadap kiblat. Pastikan memenuhi syarat sah sholat.
  5. Melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu. Berniat sholat Dzuhur, kemudian mengerjakan empat rakaat dengan tata cara sholat biasa.
  6. Salam setelah sholat Dzuhur. Selesaikan sholat Dzuhur terlebih dahulu.
  7. Melaksanakan sholat Ashar. Berniat sholat Ashar dan mengerjakan empat rakaat, kemudian salam.
  8. Membaca doa setelah sholat jika dikehendaki. Berdoa setelah menyelesaikan kedua sholat merupakan hal yang diperbolehkan.

  • Jamak bukan berarti menggabungkan seluruh sholat fardu. Dzuhur dapat dijamak dengan Ashar, sedangkan Magrib dengan Isya.
  • Jamak takhir dilaksanakan pada waktu sholat kedua.
  • Alasan dan ketentuan jamak perlu sesuai dengan syariat; tidak semua kesibukan otomatis membolehkan jamak.
  • Ketentuan niat, kesinambungan, dan urutan dapat berbeda menurut mazhab. Jika mengikuti mazhab tertentu, sebaiknya merujuk pada panduan fikih mazhab tersebut.
  • Qasar berlaku bagi musafir yang memenuhi syarat, bukan semata-mata karena sholat dikerjakan secara jamak.

Dalam jamak takhir, menurut mazhab Syafi’i, menjaga urutan Dzuhur lalu Ashar tidak menjadi syarat sah sebagaimana dalam jamak takdim. Namun, mengerjakan Dzuhur terlebih dahulu tetap merupakan urutan yang lazim dan dianjurkan. (Z-4)

Sumber: mozaikislam, ruangguru



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *