
AKSES terhadap pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam membuka peluang mobilitas sosial dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bagi anak-anak dari keluarga pekerja sektor transportasi dan pelaku usaha kecil, dukungan pembiayaan pendidikan dapat memberikan kesempatan untuk menyelesaikan kuliah sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Gambaran tersebut terlihat dari kelulusan 11 penerima beasiswa GrabScholar angkatan pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) tepat waktu dalam empat tahun. Mayoritas lulusan meraih predikat cum laude dari sejumlah perguruan tinggi negeri, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sriwijaya.
Sebagian besar penerima beasiswa merupakan anak dari mitra pengemudi dan mitra GrabMerchant yang berasal dari delapan kota, yakni Jakarta, Bantul, Klaten, Pontianak, Bandung, Bekasi, Cilegon, dan Bontang.
Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Dyandra Nadine Zahira, putri seorang mitra pengemudi GrabCar yang berhasil menyelesaikan studi Sistem Informasi di Universitas Indonesia. Bagi Nadine, dukungan beasiswa memberikan kesempatan untuk menjalani pendidikan tinggi tanpa menambah beban keuangan keluarga.
Selama kuliah, ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus dan memperoleh pengalaman magang selama tiga bulan di Grab pada divisi Strategy & Planning, Project Management/Operations.
“GrabScholar memberikan ruang bagi aku untuk lebih fokus pada pendidikan. Di sisi lain, aku juga termotivasi untuk mempertahankan beasiswa ini sampai akhir dan lulus tepat waktu,” ujar Nadine dalam keterangannya, Rabu (14/10).
Ia mengaku kesempatan mengikuti program magang menjadi pengalaman berharga untuk mengenal dunia profesional. Nadine memiliki ketertarikan mengembangkan karier di bidang product management, system analysis, data analytics, dan customer relationship.
“Selain itu, dengan GrabScholar ini, aku juga mendapat kesempatan untuk magang di Grab melalui GIP (Grab Indonesia Internship Program). Aku pikir, kesempatan itu merupakan sebuah privilege untukku,” tambahnya.
Kelulusan Nadine bersama 10 penerima beasiswa lainnya menjadi pencapaian angkatan pertama GrabScholar jalur perguruan tinggi yang dimulai pada 2022.
Sejak 2022 hingga 2025, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat di Indonesia dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar. Jumlah tersebut mencakup penerima bantuan pendidikan di berbagai jenjang, termasuk puluhan mahasiswa perguruan tinggi.
Indonesia juga menjadi penerima manfaat terbesar dalam pelaksanaan GrabScholar di Asia Tenggara, dengan kontribusi hampir 70% terhadap total jangkauan program di kawasan.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan keberhasilan para penerima beasiswa menyelesaikan pendidikan menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan mereka untuk membangun masa depan.
“Empat tahun lalu, para penerima GrabScholar angkatan pertama memulai perjalanan pendidikan mereka dengan berbagai impian untuk masa depan mereka dan keluarganya. Banyak di antara mereka adalah anak Mitra Pengemudi yang setiap hari berjuang di jalan demi pendidikan anaknya,” ujar Neneng.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan kuliah perlu dilanjutkan dengan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja. Karena itu, dukungan pendidikan juga dilengkapi dengan pembekalan karier agar para lulusan memiliki bekal untuk memasuki dunia profesional.
“Kini, tahap berikutnya adalah bagaimana mereka dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah untuk mengambil langkah pertama di dunia profesional. Karena itu, kami melengkapi momentum kelulusan ini dengan pembekalan karier yang praktis,” jelasnya.
Pembekalan tersebut diberikan melalui program Career Ready Training yang mencakup penyusunan dan peninjauan curriculum vitae (CV), pengembangan personal branding, persiapan dan simulasi wawancara kerja dalam dua bahasa, hingga konsultasi karier secara individual. Program ini dirancang untuk membantu para lulusan menghadapi proses rekrutmen sekaligus memahami kebutuhan dan ekspektasi dunia kerja.
Selain pencapaian akademik, para penerima beasiswa juga memiliki pengalaman organisasi, magang, kompetisi, dan keterlibatan dalam berbagai proyek selama menjalani pendidikan. Pengalaman tersebut diperoleh di sejumlah sektor, mulai dari pemerintahan hingga korporasi.
Dalam pelaksanaannya, GrabScholar merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang bekerja sama dengan BenihBaik.com sebagai mitra penyalur bantuan pendidikan.
Bagi penerima beasiswa jenjang S1, dukungan yang diberikan mencakup biaya kuliah, akomodasi, serta perangkat laptop untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Founder & CEO BenihBaik.com Andy F Noya menilai keberhasilan angkatan pertama menyelesaikan pendidikan menunjukkan pentingnya dukungan yang berkelanjutan bagi generasi muda.
“Sebagai mitra yang turut mendampingi penyaluran dukungan GrabScholar, kami merasa bangga melihat para penerima manfaat angkatan pertama kini berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Bagi kami, momen ini menunjukkan bahwa dukungan yang tepat dapat membawa perubahan nyata dalam perjalanan hidup seseorang,” kata Andy.
Ia berharap para lulusan dapat memanfaatkan bekal pendidikan dan pengalaman yang diperoleh untuk mengembangkan karier serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kelulusan 11 penerima beasiswa tersebut mendapat apresiasi dalam Malam Apresiasi Kelulusan GrabScholar Angkatan Pertama yang berlangsung di Jakarta, Selasa (13/10).
Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, pengalaman para penerima beasiswa memperlihatkan pentingnya dukungan pendidikan yang tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan profesional. (E-1)
