
RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar melaporkan adanya tren peningkatan signifikan pada jumlah pasien dengan gangguan pernapasan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Lonjakan ini mulai terasa sejak awal Oktober 2026 dan diprediksi berkaitan erat dengan penurunan kualitas udara di wilayah tersebut.
Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pasien ini mencakup berbagai layanan medis, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, hingga rawat inap.
“RSUD Daya Makassar mencatat lonjakan jumlah pasien gangguan pernapasan, terutama ISPA, sejak awal Oktober hingga saat ini,” ujar Any di Makassar, Jumat (16/10/2026).
Tren Kenaikan dan Konsumsi Obat
Berdasarkan data rumah sakit, tren kenaikan pasien gangguan pernapasan sudah mulai terlihat sejak Agustus dengan persentase kenaikan berkisar antara 13% hingga 20%.
Pada September, tercatat sebanyak 69 pasien yang datang dengan keluhan pernapasan. Namun, memasuki pertengahan Oktober, angka tersebut sudah melampaui 70 orang.
Peningkatan jumlah pasien ini berdampak langsung pada manajemen logistik rumah sakit. Any menyebutkan penggunaan obat-obatan untuk gejala batuk, demam, dan gangguan pernapasan lainnya melonjak tajam hingga 80% selama periode September hingga Oktober.
| Indikator | Data / Statistik |
|---|---|
| Jumlah Pasien (September) | 69 Orang |
| Jumlah Pasien (Hingga Pertengahan Oktober) | > 70 Orang |
| Tren Kenaikan Sejak Agustus | 13% – 20% |
| Peningkatan Penggunaan Obat | 80% |
| Total Kasus ISPA Kota Makassar (Dinkes) | 7.940 Kasus |
Respons Pemerintah Kota
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Saat meninjau kesiapan RSUD Daya, Wali Kota menginstruksikan agar seluruh fasilitas kesehatan di Makassar bersiaga maksimal guna mengantisipasi lonjakan pasien yang lebih besar.
Menanggapi arahan tersebut, Any memastikan bahwa pihak rumah sakit telah mengambil langkah antisipatif.
“Pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien dalam kondisi stabil dan dapat tertangani dengan baik. Kami harus lebih antisipatif untuk memastikan warga yang membutuhkan penanganan medis dilayani dengan cepat dan optimal,” tegasnya.
Dampak Karhutla
Secara makro, Dinas Kesehatan Kota Makassar mencatat total kasus ISPA di seluruh wilayah kota telah mencapai 7.940 kasus. Tingginya angka ini disinyalir merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kualitas udara di Makassar.
Pemerintah memprediksi angka penderita gangguan pernapasan masih berpotensi bertambah jika kualitas udara belum menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka. (Ant/Z-1)
