Thursday, September 24

Sekolah Sukma Bangsa Pidie Gelar Halal Bihalal


Halal bihalal Sekolah Sukma Bangsa Pidie.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

BULAN Syawal 1447 H, telah memasuki hari  ke-10.  Lebaran Idulfitri 2026 M, terus berlayar meninggalkan demarga Ramadhan nan suci. 

Suasana Hari Raya masih cukup terasa, seakan tidak ingin berpisah dengan orang-orang bertakwa dan beramal salih. Geliat Hari Fitri masih bercumbu rindu bersama anak manusia yang rajin bersilaturrahmi. 

Senin (30/3) pagi sekitar pukul 06.30 Wib, Ibtisam Lutfia sudah berbusana seragam rapi. Siswi kelas 10 (kelas 1) SMA Sukma Bangsa Pidie, Aceh itu ingin berangkat dari rumahnya Desa Blang Garot, Kecamatan Indrajaya ke sekolah lebih awal.

Pasalnya di hari pertama sekolah paska libur pertengahan Ramadhan dan awal Lebaran itu, ada pelaksanaan upacara rutin Senin pagi dan pegelaran Halal Bi Halal bersama dewan guru, unit petugas sekolah dan seluruh siswa/siswi.

“Hari ini saya harus datang lebih awal. Soalnya pukul 07.30 upacara rutin sudah di mulai. Terus dilanjutkan Halal Bi Halal sambil bersalam-salaman lebaran. Melepaskan rindu dengan ibu/bapak guru, sekalian melampiaskan rasa kangen sesama teman,” tutur Ibtisam Lutfia seraya mengajak ayahnya agar lekas siap untuk segera mengantarnya ke kampus Sekolah Sukma Bangsa Pidie di Desa Balee Pineung, Kecamatan Peukan Baro. 

Jarum menunjukkan pukul 07.15 Wib, Ibtisam Lutfia telah tiba di pintu gerbang komplek SMA, SMP dan SD sekolah berkarakter itu. Lembaga pendidikan kebanggaan masyarakat Aceh tersebut dibangun oleh Chairman Media Group Surya Paloh bersama tokoh Aceh dan teman-temannya dari dana Donatur Program Indonesia Menangis kala itu. 

Di pagi nan cerah itu bersamaan dengan Ibtisam Lutfia juga telah hadir ratusan siswa lainnya. Kepala SMA Sugeng Handayani sudah lebih dulu penuh setia menunggu kehadiran murid-muridnya di gerbang depan dengan wajah senyum penuh sapa. 

Dua orang petugas Satuan Pengamanan (Security) dengan sabar mengarahkan setiap mobil orang tua murit yang mengantar anak mereka. Merapikan posisi sepeda motor siswa agar mudah keluar masuk. 

Lalu di pelataran parkiran kenderaan, siswa langsung disambut oleh Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari. Berbusana baju lengan panjang warna hijau daun cerah dan lengkap dengan dasi, marthunis tidak enggan memelas kepala murid-muridnya seraya bersalaman akrab. 

Tepat pukul 07.30 seluruh siswa/siswi SMA, SMP, SD dan guru hingga karyawan unit sekolah telah berkumpul di selasar gedung utama bagian tengah. Acara di mulai dengan bismillah, Alhamdulillah dan di iringi lagu Indonesia Raya, Hymne Provinsi Aceh serta Hymne sekolah Sukma Bangsa.

“Ada 600 siswa dan 90 orang dewan guru serta petugas unit Sekolah ikut hadir. Ini lebaran penuh makna. Di dalam upacara rutinitas setiap senin pagi, diwarnai halal bi halalal sehingga bisa melapiaskan rasa rindu dan kebersamaan dalam satu almamater Sukma Bangsa” tutur Muchlisan Putra, guru Bahasa Indonesia SMA Sukma Bangsa Pidie. 

Dalam sambutannya Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari meminta para siswa dan mengajak semua warga sekolah untuk saling memaafkan di hari Fitri 1447 H. Lalu memanfaatkan lebaran ini sebagai media mempererat persatuan dan silaturrahmi. 

Dikatakan Marthunis, setelah sebulan berpuasa, tarawih dan tadarus Al-quran diharapkan dapat menjiwai ruh ketaqwaan. Meskipun Ramadhan telah berlalu, rutinitas ibadah dan budi pekerti luhur selalu terealisasi dalam berinteraksi sosial kehidupan. 

“Apa yang telah terbangun selama 12 tahun bagi sudah kelas-III SMA di Sukma Bangsa. Apa yang diperoleh 9 tahun oleh siswa kelas-III SMP dan hasil didapati sudah 6 tahun oleh yang kelas 6 SD. Itu semua harus dipertahankan jangan sampai hilang begitu saja” tutur Marthunis. 

Seiring berakhirnya sambutan Direktur Marthunis Bukhari, acara yang berlangsung khidmat dan penuh persaudaraan itu, dilanjutkan saling bersalaman sebagai tanda merayakan idulfitri dan saling mengunjungi. 

 

Ratusan siswa/siswi SD, SMP, SMA yang duduk lesehan di pelataran lantai selasar, lansung bangun berdiri sambil mengatur antrean barisan. Tujuannya tidak lain adalah untuk bersalaman menyentuh tangan sakti para guru tercinta. 

Satu persatu para siswa itu bersalaman dan mencium tangan para dewan guru dengan rasa cinta penuh rindu. Sang pahlawan tanpa tanda jasa itu pun  berdiri di sekeliling para siswa yang duduk lesehan di lantai keramik begitu rapi. Lalu menanti tangan-tangan lembut anak-anak asuh usia dini. 

Beragam tatapan ceria bercampur haru tidak dapat dibendung dan sulit disembunyikan ketika para siwa itu menyalami tangan-tangan  sakti yang saban hari mengajari mereka. Bukan hanya murid, para guru pun ikut saling bersalaman sesama, seraya memohon maaf atas kekhilafan dan keterlanjuran tutur kata. 

“Ini kegiatan rutin penuh makna. Digelar saban tahun pada hari pertama sekolah ditengah suasana kerinduan lebaran. Bukan sekedar merayakan tradisi di hari Fitri, tapi jauh lebih bermakna sebagai edukasi melestari tradisi religi” tutur seorang guru lainnya. 

Seiring berakhirnya salam-salaman antara siswa, guru dan petugas unit sekolah, telah usailah Halal Bi Halal penuh makna. Dewan guru dan petugas unit sekolah Sukma Bangsa Pidie itu pun berkumpul saling ngobrol ceria sambil menikmati longtong sayur di kantin sekolah, dimana tempat mereka berkarya. (E-2)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *