Wednesday, September 23

Minta Maaf soal Gerbong Khusus Perempuan Dipindah, Arifah Fauzi Keselamatan Seluruh Penumpang yang Utama


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi(Antara)

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat usai insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat. Ke depan, ia menegaskan perhatian pemerintah akan diarahkan sepenuhnya pada penanganan korban serta pembenahan sistem keselamatan transportasi publik.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (29/4).

Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat tetap menjadi prioritas utama tanpa pengecualian. Pemerintah saat ini, menurutnya, berfokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.

“Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka,” kata Arifah Fauzi.

Arifah juga meluruskan bahwa pernyataan sebelumnya tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan keselamatan penumpang lain dalam insiden tersebut.

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak,” kata Arifah Fauzi.

Dalam penanganan pascakecelakaan, ia memastikan seluruh proses telah berjalan cepat, adil, dan menyeluruh. Kementerian PPPA turut hadir untuk memastikan hak-hak korban, termasuk anak-anak yang kehilangan orang tua, tetap terlindungi.

“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini,” jelasnya.

Ke depan, ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya berfokus pada pemulihan korban, tetapi juga memperkuat sistem keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan,” kata Arifah Fauzi.

Sebelumnya, Arifah sempat mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL, menyusul tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Usulan tersebut disampaikan setelah ia menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4).(Ant/E-4)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *