
KEBAKARAN melanda Tower Cattaleya (C) Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4) pagi. Kebakaran Apartemen Mediterania ini memicu perdebatan sengit antara pihak pengelola dan penghuni terkait berfungsinya sistem proteksi kebakaran di gedung tersebut.
- Waktu Kejadian: Kamis pagi, sekitar pukul 07.30 WIB.
- Lokasi: Tower Cattaleya (C), Apartemen Mediterania, Tanjung Duren.
- Sumber Api: Terindikasi berasal dari area basement.
- Dampak: Kepulan asap pekat mencapai lantai 28 hingga lantai 35.
Klaim Pengelola: Sistem Proteksi Berfungsi Normal
Mengenai kebakaran di Apartemen Mediterania, Apartment Manager Mediterania, Anggi Febrianti, menegaskan bahwa sistem Main Control Fire Alarm (MCFA) gedung bekerja dengan baik saat api pertama kali terdeteksi. Menurutnya, tim internal langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah alarm di pusat kontrol berbunyi.
“Dapat saya pastikan itu (alarm) berbunyi. Makanya tim kejadian 07.30 WIB pun sudah langsung on the way ke lokasi. Boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi,” ujar Anggi di lokasi kejadian.
Terkait keluhan sprinkler yang tidak menyemburkan air, Anggi menjelaskan bahwa alat tersebut bekerja berdasarkan sensor panas ekstrem, bukan asap. “Sprinkler akan pecah pada saat kondisi lantai memang terindikasi adanya panas dengan suhu tertentu. Kalau lantai lain tidak mengalami panas, itu tidak akan pecah,” tambahnya.
Kesaksian Penghuni: Terjebak Asap Tanpa Peringatan
Berseberangan dengan klaim pengelola, sejumlah penghuni mengaku tidak mendengar alarm saat asap mulai mengepung unit mereka. Antonius, salah satu penghuni, menceritakan pengalaman dramatisnya saat harus naik ke lantai 35 untuk mencari oksigen.
“Kami hanya bisa naik ke lantai 35, enggak bisa turun ke bawah karena asap sudah sangat penuh. Kami menyesalkan sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik dan efektif seperti saat simulasi,” ungkap Antonius.
Ia juga menyoroti pekatnya asap yang mencapai lantai 28 meski sumber api berada di basement. Beberapa penghuni dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap hitam yang memenuhi lorong dan lift barang.
| Poin Perdebatan | Versi Pengelola | Versi Penghuni |
|---|---|---|
| Alarm Kebakaran | Berfungsi normal dan terdeteksi di MCFA. | Tidak terdengar di lantai-lantai unit. |
| Sprinkler | Hanya pecah pada suhu panas tertentu. | Tidak berfungsi meski asap sudah pekat. |
| Evakuasi | Lift bisa digunakan petugas karena sistem rilis aktif. | Lift dipenuhi asap, terpaksa naik tangga darurat. |
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) telah berhasil mengendalikan situasi dan melakukan proses vakum asap di lantai-lantai terdampak. Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran Apartemen Mediterania dan audit sistem keselamatan gedung masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (Ant/H-4)
