Wednesday, September 23

Delapan Tim Mahasiswa Lolos Final Program Pengembangan Desa Wisata


Ilustrasi(Dok BCA)

PENGEMBANGAN pariwisata berbasis desa kian bergantung pada inovasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk kontribusi generasi muda. Di tengah upaya memperkuat daya saing wisata nusantara, mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan kreatif yang tidak hanya mendorong kunjungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi mengumumkan delapan tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang terpilih melaju ke babak final Genera-Z Berbakti 2026. Program ini merupakan call for proposal bagi kelompok mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat di desa binaan Bakti BCA.

Sebanyak lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi masuk selama masa pendaftaran. Setelah melalui proses seleksi, delapan tim terpilih akan beradu gagasan dan ide di hadapan tiga panelis untuk memperebutkan kesempatan mengimplementasikan program di empat Desa Bakti BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, proposal yang diterima memuat beragam ide inovatif serta menunjukkan semangat generasi muda untuk menciptakan dampak nyata.

“BCA mengucapkan selamat kepada delapan tim yang lolos ke babak final Genera-Z Berbakti 2026,” katanya dalam keterangan resmi.

Secara umum, seluruh proposal yang diterima BCA memuat beragam ide-ide inovatif serta menunjukkan besarnya semangat generasi muda untuk mengabdi dan menciptakan dampak nyata. 

“Kami berharap para finalis dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan proposal yang diusung di hadapan panelis,” ujar Hera.

Empat desa wisata yang menjadi tujuan implementasi program mencerminkan keragaman potensi wisata nusantara. Di Desa Wisata Kreatif Terong, Kepulauan Bangka Belitung, dua tim akan berkompetisi, yakni Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dengan proposal DESA HIDUP: Smart Eco-Tourism untuk Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Lingkungan dan Digital, serta Universitas Gadjah Mada melalui proposal Optimalisasi Potensi Lokal Desa melalui Sustainable Tourism dan Inovasi Berbasis Green-Blue Economy untuk Meningkatkan Kesejahteraan.

Untuk Desa Wisata Situs Gunung Padang, Jawa Barat, finalis berasal dari Universitas Padjadjaran dengan proposal Program MEGA-LESTARI (Megalitik Lestari): Integrasi Circular Economy dan Eco-Sanitation Berbasis Pemberdayaan Pemuda, serta IPB University dengan Sabilulungan LESTARI (Kelola Sampah, Toga, dan Agroforestri).

Sementara di Desa Wisata Patakbanteng, Jawa Tengah, Universitas Airlangga mengusung proposal Amerta Pertiwi: Menenun Keberlanjutan melalui Sirkularitas Teknologi Lingkungan dan Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Srikandi yang Terdigitalisasi. Adapun Universitas Cenderawasih menawarkan Transformasi Desa Sehat, Lestari, dan Berdaya melalui Integrasi Inovasi Kesehatan, Pengelolaan Lingkungan, dan Kemandirian Pangan Berbasis Teknologi.

Di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Sulawesi Utara, Universitas Indonesia maju dengan proposal KATALIS: Kakaskasen Dua Transformation for Agriculture, Wellness Tourism, and Local Innovation Sustainability, sedangkan BINUS University mengusung Mapalu: Minahasan Action for Preserving Arts, Local Upskilling, and Sustainability.

Para finalis akan mempresentasikan gagasan serta soliditas tim di hadapan tiga panelis, yakni Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, Entertainer & Sociopreneur Cinta Laura, serta ilmuwan dan wirausaha sosial Tri Mumpuni.

Selain dikenal sebagai Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra menaruh perhatian pada isu lingkungan, sosial, dan budaya melalui berbagai inisiatif. Cinta Laura dikenal aktif dalam isu pemberdayaan perempuan serta pengembangan generasi muda. Sementara Tri Mumpuni dijuluki “Wanita Listrik” berkat kiprahnya menghadirkan listrik di puluhan desa terpencil melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.

“Semoga Genera-Z Berbakti 2026 dapat menjadi wadah mahasiswa bertukar gagasan dan semakin bersemangat membuat kontribusi untuk lingkungan sekitar,” kata Hera.

Genera-Z Berbakti terbuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang ingin mengimplementasikan ide inovatif dan berkontribusi langsung bagi masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), program pengabdian masyarakat, atau kegiatan serupa lainnya di desa wisata binaan Bakti BCA.

Setelah fase pendaftaran dan seleksi, program memasuki tahap penjurian finalis pada 16–17 Mei 2026. Selanjutnya akan dilakukan pengumuman pemenang, bootcamp, serta pelepasan pemenang ke lokasi kegiatan. Fase implementasi program di lapangan dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli hingga 6 Agustus 2026. Seluruh pemenang wajib mempresentasikan laporan akhirnya setelah program selesai. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *