Tuesday, September 22

Kisah Inspiratif Polisi Robi Purnama Daftar Haji Orangtua dari Gaji Pertama


Robi Purnama dan ayahnya.(MI/Yose Hendra)

DI tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Padang, terselip kisah inspiratif tentang bakti seorang anak. Robi Purnama, seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), berangkat ke Tanah Suci bukan sekadar untuk menunaikan rukun Islam kelima, melainkan memikul misi mulia mendampingi sang ayah.

Perjalanan spiritual Robi merupakan buah dari kesabaran dan pengabdian panjang. Sejatinya, Robi yang mendaftar haji pada 2019 baru dijadwalkan berangkat pada 2044. Namun, melalui kebijakan penggabungan mahram, ia mendapat kesempatan berangkat lebih awal untuk mendampingi ayahnya.

“Alhamdulillah, saya bisa mendampingi papa. Ini bukan menggantikan ibu, tetapi mendampingi beliau dengan porsi penggabungan mahram,” ujar Robi dengan nada haru saat ditemui di Embarkasi Padang, Minggu (3/5).

Gaji Pertama untuk Orangtua

Kisah heroik ini bermula pada 2012, saat Robi pertama kali diterima sebagai anggota Polri di Polda Sumut. Alih-alih menggunakan gaji pertamanya untuk mencukupi kebutuhan pribadi atau gaya hidup, ia justru memilih untuk mendaftarkan kedua orangtuanya berhaji.

“Alhamdulillah, gaji pertama saya gunakan untuk mendaftarkan orangtua. Ini yang bisa saya berikan sebagai bentuk pengabdian,” kenangnya. Bagi Robi, memprioritaskan ibadah orangtua jauh lebih berharga daripada aset duniawi lain.

“Kalau rumah hanya untuk dunia. Haji ini untuk dunia dan akhirat,” tegas polisi yang pernah bertugas di Kepulauan Mentawai pada 2013 sebelum akhirnya dimutasi ke Sawahlunto pada 2015 hingga sekarang.

Duka di Balik Keberangkatan

Meski diliputi rasa syukur, terselip kesedihan mendalam di hati Robi. Sang ibunda, yang didaftarkannya sejak 2012, wafat pada 2019 sebelum sempat menginjakkan kaki di Mekkah. Keberangkatannya kali ini pun menjadi momentum untuk melangitkan doa bagi almarhumah.

“Saya ingin mendoakan ibu agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya lirih.

Selama proses di embarkasi, Robi mengaku tidak menemui kendala berarti dalam merawat ayahnya. Baginya, menjaga orangtua merupakan rutinitas keseharian yang sudah menjadi kewajiban mutlak. Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesigapan petugas Embarkasi Padang dalam melayani jemaah lansia.

“Bapak saya langsung difasilitasi kursi roda. Makanan juga diantar ke kamar. Petugas sangat membantu,” kata personel yang kini bertugas di Polsek Sawahlunto tersebut.

Siap Melayani Jemaah Lain

Jiwa pelayan masyarakat sebagai anggota Polri tetap melekat pada diri Robi meski sedang menjalankan ibadah personal. Ia menyatakan kesiapannya untuk membantu jemaah haji lain yang membutuhkan pertolongan selama berada di Tanah Suci.

“Kalau ada yang butuh bantuan, insya Allah saya bantu semampunya,” pungkasnya.

Kisah Robi Purnama menjadi pengingat bahwa di balik seragam aparat, terdapat sosok anak yang menempatkan bakti kepada orangtua di atas segalanya. Perjalanan hajinya tahun ini menjadi simbol nyata bahwa kasih sayang anak bisa menjadi jembatan bagi orangtua menuju Baitullah. (I-2)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *