
DOKTER spesialis anak subspesialis endokrinologi RS Pondok Indah, Aman Bhakti Pulungan, menegaskan bahwa tren pemberian protein ganda atau double protein tidak terbukti secara medis dapat membantu menambah tinggi badan anak secara instan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9), Prof. Aman menyatakan bahwa kunci pertumbuhan anak yang optimal adalah kecukupan protein, bukan pemberian yang berlebihan. Ia mengaku tidak mengetahui dasar ilmiah dari klaim yang menyebutkan konsumsi banyak protein otomatis membuat anak menjadi tinggi.
“Yang benar adalah memberikan anak protein yang cukup, itu yang betul. Bukan berarti kalau kita kasih protein berlebihan, anak akan lebih tinggi. Tidak begitu,” ujar Ketua Umum Yayasan Kesehatan Anak Global tersebut.
Lulusan Universitas Indonesia ini memperingatkan risiko kesehatan di balik konsumsi protein berlebih. Secara genetik, tubuh manusia tidak dirancang untuk menyaring sisa metabolisme protein dalam jumlah sangat besar secara terus-menerus. Prof. Aman mengungkapkan pernah menangani kasus di mana konsumsi protein mencapai 400 hingga 500 gram sehari justru merusak kinerja ginjal anak.
Alih-alih fokus pada satu jenis nutrisi, orang tua disarankan untuk memenuhi keseimbangan gizi dengan variasi makanan dalam satu piring, termasuk karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak. Sumber protein pun tidak harus mahal. Ikan kembung, ayam, telur, hingga protein nabati seperti tempe dan tahu merupakan pilihan yang sangat baik bagi tumbuh kembang.
Terkait suplemen, Prof. Aman juga menepis anggapan bahwa minyak ikan atau konsumsi susu berlebih adalah solusi tunggal untuk tinggi badan. Ia menyarankan konsumsi susu segar cukup satu hingga dua gelas sehari bagi anak di atas usia satu tahun, sementara dua tahun pertama tetap wajib ASI.
“Apa yang membuatnya tinggi? Hidup sesehat dan seideal mungkin, tidur cukup, olahraga cukup, makan cukup, dan bahagia,” tambahnya. Ia juga mengingatkan bahwa pemberian vitamin D atau kalsium berlebih pada anak dengan kondisi normal tidak akan memberikan efek tinggi badan tambahan secara tiba-tiba.
Bagi orang tua yang khawatir dengan tumbuh kembang anak, Prof. Aman menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Pemeriksaan detail diperlukan untuk mendeteksi apakah ada kelainan tulang atau kekurangan nutrisi spesifik agar penanganan yang diberikan tepat sasaran. (Z-10)
