Monday, September 21

3 Penumpang Tewas akibat Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik, WHO Turun Tangan


Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius tewas akibat wabah hantavirus di Atlantik. (AFP)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia akibat wabah penyakit di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang melintasi Samudra Atlantik. Salah satu korban tewas telah teridentifikasi positif terinfeksi hantavirus, penyakit yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat.

Kapal MV Hondius diketahui sedang menempuh perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde. Hingga Minggu (3/5), otoritas kesehatan mencatat satu kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek tambahan.

“Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, dan terdapat lima kasus suspek tambahan,” ujar pihak WHO kepada AFP. “Dari enam individu yang terdampak, tiga telah meninggal dunia dan satu orang saat ini berada dalam perawatan intensif di Afrika Selatan.”

Kronologi dan Identitas Korban

Gejala awal dilaporkan muncul pada seorang penumpang pria berusia 70 tahun yang kemudian meninggal di atas kapal. Jenazahnya saat ini berada di Pulau Saint Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit dan dievakuasi ke Johannesburg, Afrika Selatan, namun nyawanya tidak tertolong. Meski kebangsaan mereka belum dikonfirmasi secara resmi, sumber anonim menyebutkan pasangan tersebut berasal dari Belanda.

Korban ketiga yang dievakuasi ke Johannesburg adalah seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan Afrika Selatan awalnya melaporkan kejadian ini sebagai wabah “penyakit pernapasan akut parah”. Juru bicara kesehatan, Foster Mohale, mengonfirmasi bahwa pasien yang dirawat di Johannesburg positif terkena hantavirus, keluarga virus yang dapat menyebabkan demam berdarah dan gangguan pernapasan hebat.

Respons Global

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara terdampak. “WHO memfasilitasi evakuasi medis bagi dua penumpang yang bergejala, melakukan penilaian risiko penuh, dan mendukung orang-orang yang terdampak di atas kapal,” ungkapnya melalui unggahan di media sosial X.

WHO menjelaskan bahwa infeksi hantavirus biasanya terkait dengan paparan lingkungan, seperti urine atau kotoran tikus yang terinfeksi. Walaupun jarang, virus ini dapat menyebar antarmanusia dan memerlukan pemantauan ketat serta penanganan medis yang cepat.

Kapal MV Hondius, yang dioperasikan oleh perusahaan Oceanwide Expeditions asal Belanda, memiliki kapasitas sekitar 170 penumpang dan 70 kru. Saat ini kapal dilaporkan berada di lepas pantai Praia, ibu kota Tanjung Verde, sebelum direncanakan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol. (AFP/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *