Wednesday, September 23

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak, Iran Ancam Balas Rencana Militer Amerika Serikat


Selat Hormuz.(Google Maps.)

SITUASI di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali berada di titik nadir setelah Iran melontarkan peringatan keras terhadap rencana Amerika Serikat yang akan mengerahkan militer untuk mengawal kapal-kapal dagang.

Eskalasi itu merupakan buntut dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berniat mengirim pasukan guna memastikan kelancaran lalu lintas di tengah blokade dan gangguan pasokan energi global.

Menanggapi hal tersebut, militer Iran mengisyaratkan adanya potensi balasan jika Washington tetap memaksakan kehendak di wilayah kedaulatan mereka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada intimidasi militer yang ditunjukkan oleh AS dan sekutunya.

“Sekarang, Amerika seharusnya sudah belajar bahwa mereka tidak bisa menggunakan bahasa ancaman dan kekuatan terhadap bangsa Iran,” ujar Baqaei dikutip dari NDTV.

Ia juga menekankan posisi strategis negaranya dalam peta keamanan maritim kawasan dengan menyebut bahwa Republik Islam Iran menganggap dirinya sebagai penjaga dan pelindung Selat Hormuz serta jalur air yang vital tersebut.

Kondisi di Selat Hormuz sendiri terus memburuk sejak serangan terhadap fasilitas strategis pada 28 Februari yang diikuti dengan aksi saling blokade.

Iran menuding keberadaan pasukan asing dan tindakan Israel sebagai pemicu utama instabilitas yang kini dampaknya mulai dirasakan oleh pasar dunia.

“Komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban dari Amerika Serikat dan rezim Zionis atas ketidakamanan yang dipaksakan di jalur air ini dan karena menciptakan masalah yang dirasakan di seluruh dunia,” pungkas Baqaei. (Ndf/P-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *