Wednesday, September 23

Hakim AS Ungkap Isi Surat yang Diduga Pesan Terakhir Jeffrey Epstein Tidak Sebanding


Hakim federal resmi membuka dokumen yang diduga surat bunuh diri Jeffrey Epstein. Isinya mengungkap rasa frustrasi sang predator seksual sebelum tewas.(US Department of Justice)

SEORANG hakim federal di Amerika Serikat resmi membuka segel dokumen yang diduga kuat sebagai surat bunuh diri dari Jeffrey Epstein, Rabu (6/5). Dokumen yang selama ini tersimpan rapat tersebut memberikan gambaran baru mengenai kondisi psikologis narapidana kasus kejahatan seksual itu sebelum ditemukan tewas di selnya.

Hakim Distrik Kenneth Karas dari Distrik Selatan New York memerintahkan perilisan catatan tersebut setelah adanya permintaan resmi dari media The New York Times. Dokumen yang belum terverifikasi dan tidak mencantumkan tanggal ini dimasukkan ke dalam berkas pengadilan oleh mantan rekan satu sel Epstein, yang mengklaim menemukan catatan tersebut.

Isi Pesan Frustrasi

Meskipun catatan tersebut tidak dibubuhi tanda tangan, isinya menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam terhadap investigasi federal yang menjeratnya. Dalam potongan kalimat yang tertulis, terdapat kecaman terhadap pihak berwenang yang terus mengintai aktivitasnya.

Berikut adalah petikan isi catatan tersebut:

“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan – tidak menemukan APA PUN!!!”

“Adalah sebuah anugerah untuk bisa memilih waktu bagi seseorang untuk mengucapkan selamat tinggal.”

“TIDAK MENYENANGKAN – TIDAK SEBANDING!!”

Ketidakpastian Otentisitas

Hingga saat ini, Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyatakan mereka belum bisa memastikan apakah catatan tersebut asli milik Epstein atau tidak. Namun, DOJ menyadari pengungkapan dokumen ini memiliki kepentingan publik yang sangat besar, terutama terkait kontroversi seputar kematian Epstein.

“Tampaknya ada kepentingan publik yang kuat terhadap keadaan di sekitar kematian Epstein sebagaimana dijelaskan dalam mosi pembukaan segel ini,” ungkap pihak Departemen Kehakiman dalam berkas pengadilan.

Terungkapnya catatan ini terjadi di tengah gelombang ketertarikan publik terhadap apa yang disebut sebagai “Epstein Files”. Sejak Kongres mengesahkan undang-undang transparansi musim gugur lalu, Departemen Kehakiman telah merilis jutaan dokumen terkait aktivitas ilegal dan jaringan pertemanan Epstein.

Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas bunuh diri pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur. Kematiannya memicu berbagai teori konspirasi dan penyelidikan federal yang masih berlangsung hingga saat ini untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam lingkaran kejahatannya. (CNN/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *