
KONDISI mengkhawatirkan melanda emiten teknologi raksasa, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada perdagangan Mei 2026, harga saham GOTO terpantau anjlok hingga menyentuh level terendah atau harga “gocap” di level Rp50 per saham. Penurunan ini disertai dengan penumpukan antrean jual (sell queue) yang sangat masif di pasar reguler.
GOTO Sentuh Level Psikologis Terendah
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO mengalami tekanan jual yang luar biasa sejak pembukaan perdagangan. Harga saham terus merosot hingga mencapai batas bawah di Rp50, yang merupakan level harga terendah untuk saham di papan utama dan pengembangan sebelum masuk ke papan pemantauan khusus.
Fenomena ini memicu kepanikan investor, terlihat dari volume antrean jual yang tidak sebanding dengan minat beli. Jutaan lot saham GOTO tertahan di posisi offer tanpa ada pembeli yang bersedia menyerap di harga tersebut.
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Harga Terakhir | Rp50 (Mata Uang Rupiah) |
| Status | Auto Reject Bawah (ARB) |
| Volume Antrean Jual | Jutaan Lot (Estimasi Ratusan Miliar Rupiah) |
| Sentimen | Negatif / Panic Selling |
Tekanan Jual Saham Goto Masif
Penumpukan antrean jual yang mencapai jutaan lot menunjukkan adanya ketidakseimbangan suplai dan permintaan yang ekstrem. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab anjloknya saham GOTO hingga ke level Rp50 antara lain:
- Sentimen Pasar: Kekhawatiran investor terhadap profitabilitas jangka panjang dan efisiensi operasional perusahaan.
- Aksi Jual Institusi: Adanya kemungkinan pelepasan saham dalam skala besar oleh investor institusi atau fund manager untuk memitigasi risiko portofolio.
- Efek Psikologis Harga Gocap: Level Rp50 sering dianggap sebagai “titik nadir” yang membuat investor ritel cenderung melakukan panic selling sebelum saham benar-benar tidak likuid.
Hingga saat ini, pelaku pasar masih mencermati langkah strategis manajemen GOTO untuk memberikan sentimen positif guna mengangkat kembali harga saham dari level terendah tersebut. Jika tekanan jual terus berlanjut tanpa adanya aksi korporasi yang signifikan, saham GOTO berisiko tertahan di level Rp50 dalam jangka waktu yang lebih lama.
Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan data pasar terkini. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. (H-4)
