
INDONESIA mengaku prihatin atas serangan rudal dan drone terhadap fasilitas kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab atau UEA. Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di UEA diminta waspada.
Indonesia dan mendesak semua pihak berkonflik di Timur Tengah menahan diri dan terus memperjuangkan penurunan ketegangan di kawasan tersebut. Pasalnya serangan terhadap kilang minyak UEA dapat meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan mengancam rantai pasok global.
“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial X, dikutip Kamis (7/5).
Konflik Meluas
Indonesia mengingatkan apabila situasi memburuk setelah serangan di kilang minyak UEA yakni potensi meluasnya dampak konflik hingga ke negara-negara di luar kawasan.
Indonesia menegaskan untuk mendukung deekskalasi konflik di Timur Tengah melalui dialog.
WNI Diminta Waspada
Di tengah ketegangan situasi konflik di Timur Tengah, setelah serangan kilang minyak UEA, WNI yang masih berada di UEA diminta waspada serta mematuhi arahan otoritas setempat.
“Seluruh WNI diimbau agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah setempat serta perwakilan RI di UAE,” demikian Kemlu RI.
Kantor Media Fujairah, Senin (4/5), melaporkan terjadinya kebakaran besar di Zona Industri Minyak Fujairah, pusat energi besar di pantai timur UEA. Tiga orang terluka akibat serangan drone di kilang minyak milik UEA itu. (Ant/H-4)
