Thursday, September 24

Antartika Diduga Mencair Lebih Cepat, Ilmuwan Temukan Saluran di Bawah Lapisan Es


Ilustrasi(Magnific)

PENELITIAN terbaru mengungkap Antartika kemungkinan mencair lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya. Temuan ini muncul setelah ilmuwan menemukan adanya saluran-saluran tersembunyi di bawah lapisan es terapung yang dapat menjebak air laut hangat dan mempercepat pencairan dari bagian bawah es.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications itu dilakukan oleh tim peneliti dari Norwegia yang meneliti Fimbulisen Ice Shelf di Antartika Timur. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang relatif lebih dingin dan dianggap lebih stabil dibanding area lain di Antartika. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan kondisi sebenarnya mungkin jauh lebih mengkhawatirkan.

Lapisan es terapung atau ice shelf merupakan perpanjangan gletser yang mengapung di atas laut. Struktur es raksasa ini berfungsi seperti penahan alami yang memperlambat aliran es daratan menuju samudra. Jika lapisan es melemah, maka gletser di belakangnya dapat meluncur lebih cepat ke laut dan menyebabkan kenaikan permukaan laut global.

Air Laut Hangat Terjebak di Bawah Lapisan Es

Para peneliti menemukan bentuk bagian bawah lapisan es ternyata memiliki peran penting dalam proses pencairan. Di bawah ice shelf terdapat saluran-saluran panjang dan dalam yang mampu menjebak air laut hangat.

Ketika air hangat masuk ke dalam saluran tersebut, arus laut membentuk pusaran kecil yang membuat panas tertahan lebih lama di bawah es. Akibatnya, pencairan terjadi lebih intens di area tertentu.

Peneliti utama dari iC3 Polar Research Hub Norwegia, Tore Hattermann, mengatakan bentuk bawah lapisan es bukan hanya struktur pasif semata.

“Kami menemukan bahwa bentuk bagian bawah lapisan es bukan sekadar fitur pasif. Struktur itu dapat secara aktif menjebak panas laut tepat di lokasi di mana pencairan tambahan memberikan dampak terbesar,” ujarnya dikutip dari laman Science Daily.

Menurut penelitian tersebut, tingkat pencairan di dalam saluran bisa meningkat hingga sekitar sepuluh kali lipat dibanding area lain di sekitarnya.

Antartika Timur Ternyata Lebih Rentan

Temuan lain yang mengejutkan adalah fakta bahwa Antartika Timur, yang selama ini dianggap relatif aman, ternyata juga sangat sensitif terhadap perubahan suhu laut.

Qin Zhou, yang turut memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahkan sedikit peningkatan suhu air laut dapat memberikan dampak besar jika bagian bawah lapisan es dipenuhi saluran.

“Yang paling mencolok adalah bahkan aliran kecil air laut hangat dari kedalaman dapat memberikan dampak besar ketika dasar lapisan es memiliki banyak saluran. Artinya, beberapa lapisan es yang selama ini dianggap dingin mungkin sebenarnya jauh lebih rapuh dari perkiraan,” ujar Zhou.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat memicu efek berantai yang berbahaya. Saat saluran semakin dalam dan besar akibat pencairan, lapisan es menjadi lebih tipis dan tidak stabil. Jika kondisi itu terus berlangsung, kemampuan ice shelf menahan gletser akan semakin melemah.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan menggunakan peta detail bagian bawah Fimbulisen Ice Shelf dan model komputer resolusi tinggi untuk mensimulasikan sirkulasi air laut di bawah lapisan es.

Mereka membandingkan berbagai kondisi, mulai dari dasar es yang halus hingga yang dipenuhi saluran, baik pada kondisi laut dingin maupun sedikit lebih hangat. Hasilnya menunjukkan keberadaan saluran sangat memengaruhi proses pencairan.

Menurut Hattermann, model iklim saat ini kemungkinan belum sepenuhnya memperhitungkan fenomena tersebut.

“Model iklim saat ini belum mampu menangkap efek ini. Artinya, ada risiko bahwa model tersebut meremehkan sensitivitas lapisan es ‘dingin’ di sepanjang pesisir Antartika Timur terhadap perubahan kecil atau pemanasan di perairan pantai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan suhu laut seperti itu sudah mulai diamati dan diperkirakan akan semakin meningkat di masa depan.

Dampaknya Bisa Dirasakan Seluruh Dunia

Para peneliti menilai temuan ini penting karena berkaitan langsung dengan proyeksi kenaikan permukaan laut global. Jika lapisan es Antartika mencair lebih cepat, maka kota-kota pesisir di berbagai negara akan menghadapi risiko banjir rob dan abrasi yang lebih besar. Selain itu, masuknya air tawar dari lelehan es ke Samudra Selatan juga dapat memengaruhi pola sirkulasi laut dan ekosistem di sekitar Antartika.

Penelitian ini sekaligus memperkuat kekhawatiran yang sebelumnya pernah disampaikan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang menyebut melemahnya lapisan es kutub sebagai salah satu ketidakpastian terbesar dalam prediksi kenaikan permukaan laut global. (Science Daily/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *