Wednesday, September 23

Harga Sayur di Batam Stabil, Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Biaya Distribusi


Harga sayur mayur di sejumlah pasar tradisional Batam masih relatif stabil, sementara pedagang mulai mewaspadai kenaikan biaya distribusi akibat pelemahan rupiah.(MI/Hendri Kremer)

HARGA sejumlah komoditas sayur mayur di pasar tradisional Kota Batam, Kepulauan Riau, terpantau relatif stabil pada Selasa (12/5). Meski demikian, pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level sekitar Rp17.500 per dolar AS mulai memberikan tekanan tidak langsung terhadap biaya distribusi dan pergerakan harga pangan di tingkat pedagang.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia di Pasar Tos 3000, Pasar Bengkong, dan Pasar Batu Aji, harga sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi masih bertahan di kisaran Rp18.000 hingga Rp24.000 per kilogram. Kelancaran pasokan dari daerah penghasil membuat aktivitas jual beli di pasar-pasar utama tersebut masih berjalan normal.

Berikut adalah rincian harga rata-rata komoditas pangan di Batam per 12 Mei 2026:










Komoditas Kisaran Harga (Per Kg)
Kol Rp4.000 – Rp8.000
Wortel Rp10.000 – Rp15.000
Timun Rp12.000 – Rp16.000
Tomat Rp18.000 – Rp23.000
Bawang Merah Rp30.000 – Rp35.000
Bawang Putih Rp25.000 – Rp30.000

Tekanan Biaya Logistik

Ita, 40, salah satu pedagang di Pasar Tos 3000, mengungkapkan bahwa meski harga beli dari pemasok belum naik signifikan, biaya angkut barang dari luar daerah mulai merangkak naik. Hal ini dipicu oleh dampak sistemik pelemahan Mata Uang Rupiah terhadap sektor transportasi.

“Kalau Mata Uang Rupiah terus melemah, kami terpaksa menyesuaikan harga dalam waktu dekat agar tidak rugi,” ujar Ita kepada Media Indonesia.

Kondisi serupa dirasakan Marini, 48, pedagang di Pasar Batu Aji. Ia menyoroti komoditas cabai dan bawang sebagai item yang paling sulit dikendalikan. “Cabai rawit kemarin masih Rp60.000, hari ini sudah tembus Rp75.000 per kilogram. Kami harus hati-hati stok karena risiko membusuk jika tidak cepat laku,” jelasnya.

Catatan Redaksi: Komoditas cabai saat ini berada pada rentang harga yang sangat fluktuatif, yakni antara Rp25.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung pada jenis dan kualitas pasokan harian.

Respons Konsumen

Menyikapi ketidakpastian harga, sejumlah konsumen mulai mengubah pola belanja. Zira, 23, warga Bengkong, mengaku mulai mengurangi volume pembelian komoditas yang harganya tidak stabil.

“Biasanya beli cabai satu kilogram, sekarang cukup setengah kilo saja. Untuk sayuran hijau masih aman, tapi untuk cabai dan bawang kami pilih lebih hemat,” kata Zira.

Sementara itu, Manda, 22, pembeli di Pasar Tos 3000, berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, stabilitas harga pangan di Batam sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok dari luar daerah yang sangat sensitif terhadap biaya logistik.

Hingga saat ini, ketersediaan stok pangan di Batam dinilai masih mencukupi, namun sensitivitas harga terhadap faktor eksternal tetap menjadi perhatian utama para pelaku pasar dan masyarakat. (HK/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *